Anggaran Beasiswa KIP Kuliah Kemenag 2026 Capai Rp1,6 T

Ilustrasi kartu KIP Kuliah. Foto: RRI

Ikhbar.com: Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran beasiswa Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp1,6 triliun pada tahun 2026 untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan jumlah penerima beasiswa agar semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Arahan Presiden tersebut disampaikan dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri tahun 2026 yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam forum tersebut, Presiden menekankan pentingnya perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa para rektor dan guru besar mengapresiasi ruang dialog langsung dengan Presiden. Mereka bahkan mengusulkan agar forum serupa dapat diselenggarakan secara berkala.

Baca: UNESCO-Cina Buka Beasiswa S2–S3 2026, Cek Persyaratannya!

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujarnya.

Dalam taklimat tersebut, Presiden menerima laporan bahwa jumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Indonesia saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang.

Meski demikian, jumlah penerima beasiswa masih terbatas, yakni sekitar 1,1 juta mahasiswa. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak menjadi penghambat pemerataan akses pendidikan tinggi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Presiden Prabowo mengarahkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk melakukan penghitungan ulang serta perumusan kebijakan baru guna memperluas jumlah penerima beasiswa.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” lanjut Prasetyo.

Di lingkungan Kemenag, penguatan kebijakan beasiswa diwujudkan melalui alokasi anggaran KIP Kuliah sebesar Rp1,6 triliun yang diperuntukkan bagi mahasiswa PTKN.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin menekankan agar PTKN tidak hanya fokus pada mahasiswa dalam negeri, tetapi juga mulai mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa asing serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar kampus.

Arahan tersebut disampaikan Kamaruddin Amin saat memberikan pembinaan pada kegiatan Koordinasi Program KIP Kuliah di Jakarta yang berlangsung Senin hingga Rabu, 13–15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti para Wakil Rektor atau Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama PTKN se-Indonesia.

Menurut Kamaruddin, pemberian beasiswa bagi mahasiswa asing merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan daya saing dan reputasi perguruan tinggi keagamaan Indonesia di tingkat global.

“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena di sana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” terangnya, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam dunia. Berdasarkan kajian sejumlah peneliti internasional, terdapat tiga universitas yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam, yakni Universitas Al-Azhar, Universitas Madinah, dan Universitas Internasional Iran.

Selain penguatan beasiswa mahasiswa asing, Kamaruddin Amin menekankan pentingnya kehadiran sosial PTKN di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar civitas akademika turut memberi perhatian kepada keluarga kurang mampu di sekitar lingkungan kampus.

“Mungkin di sekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa,” katanya di hadapan sekitar 120 peserta rapat koordinasi nasional KIP Kuliah.

“Perguruan tinggi harus memberi dampak kepada masyarakat, di tengah kebutuhan masyarakat yang kian kompleks,” sambungnya.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Sekretariat Jenderal Kemenag, Ruchman Basori, menambahkan bahwa koordinasi KIP Kuliah menjadi langkah penting untuk menata ulang penyelenggaraan program agar berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

“Nilai anggaran KIP Kuliah mencapai Rp1,6 triliun. Karena itu, para direktur pendidikan pada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha bersama Wakil Rektor atau Wakil Ketua III harus berkolaborasi menangani misi mulia memberikan kesempatan studi kepada mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri para direktur pendidikan lintas agama, kepala biro kemahasiswaan PTKN, serta jajaran internal Puspenma Kemenag yang membidangi beasiswa dan pembiayaan pendidikan tinggi keagamaan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.