Ikhbar.com: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasukkan sejumlah tokoh nasional dan ulama dalam susunan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz. Salah satu nama yang masuk jajaran Syuriyah ialah KH Ahmad Bahauddin Nursalim.
Sosok yang akrab disapa Gus Baha itu dipercaya menjadi salah satu Wakil Rais Aam PBNU. Ia berada dalam jajaran tersebut bersama KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, dan KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz menyebut Gus Baha sebagai salah satu tokoh yang memiliki posisi penting di tengah masyarakat Indonesia. Menurutnya, kesediaan sosok ahli tafsir itu bergabung dalam kepengurusan PBNU menjadi bagian penting dalam susunan organisasi periode baru.
“Ya, itu termasuk salah satu tokoh yang di Indonesia itu sangat menonjol. Makanya, kemudian siapapun yang bisa kita ajak dan Alhamdulillah termasuk Gus Baha itu bersedia untuk ikut menjadi pengurus di PBNU ini,” ujar sosok yang karib disapa Gus Kikin itu.
Baca: Daftar Lengkap Susunan dan Nama Pengurus PBNU Masa Khidmat 2026-2031
Gus Kikin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gus Baha menjadi bagian dari kepengurusan PBNU. Ia menyebut kehadiran ulama tersebut sebagai hal yang luar biasa.
“Alhamdulillah itu suatu hal yang sangat luar biasa,” lanjut Gus Kikin.
Selain Gus Baha, nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga tercantum dalam susunan kepengurusan baru PBNU. Gus Kikin mengatakan, tokoh yang kerap disapa JK itu memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama, termasuk melalui latar belakang keluarganya.
“Ya itu kan termasuk warga NU, itu dari olahraga, dari orang tuanya pun juga sudah NU. Maka kemudian kita memang membangun kebersamaan,” kata Gus Kikin di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026.
Gus Kikin menjelaskan, penyusunan struktur kepengurusan baru PBNU melibatkan berbagai unsur dari sejumlah wilayah di Indonesia. Komposisi tersebut disusun untuk mengakomodasi berbagai unsur dan membangun kebersamaan dalam organisasi.
“Jadi mulai dari seluruh apa seluruh kawasanlah di Indonesia ini. Maka oleh karena itu kita semuanya kita akomodasi supaya kita bisa membangun kebersamaan nanti di masa yang akan datang,” ujarnya.
Selain Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga tercantum dalam susunan kepengurusan PBNU. Ia masuk dalam jajaran Mustasyar PBNU dan berada pada urutan kedua dalam susunan resmi tersebut.
Sementara itu, Jusuf Kalla tercatat pada urutan ketiga dalam jajaran Mustasyar. Keduanya menjadi bagian dari struktur baru PBNU bersama sejumlah tokoh lainnya.
Gus Kikin membenarkan keterlibatan Kiai Ma’ruf dalam kepengurusan baru PBNU ketika ditanya mengenai mantan Rais Aam PBNU tersebut.
“Ya, termasuk Kiai Ma’ruf Amin, ya,” ucap Gus Kikin.