Pemred Ikhbar.com: Menulis Pangkal Karya

Pemred Ikhbar.com, Ustaz Sofhal Adnan, saat memberikan sambutan dalam "Kelas Menulis Biografi Kiai Pesantren" di STIT Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu, 14 Oktober 2023. IKHBAR/Cid

Ikhbar.com: Pemimpin Redaksi (Pemred) Ikhbar.com, Ustaz Sofhal Adnan menyayangkan minat dan bakat generasi Z pada keterampilan menulis cenderung merosot. Padahal, menulis merupakan akar dari segala kreativitas.

“Semua proses kreatif memerlukan kemampuan menulis. Termasuk, produksi konten audio visual yang sekarang ini lebih banyak digemari, hasilnya akan bisa semakin baik jika dilandasi dengan konsep penulisan skrip yang baik,” katanya, saat memberi sambutan dalam “Kelas Menulis Biografi Kiai Pesantren” bersama Ikhbar.com di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu, 14 Oktober 2023.

“Menulis pangkal dari segala karya,” sambung dia.

Sayangnya, kata dia, gen-z lebih senang untuk mengikuti pelatihan berbasis teknis penggunaan alat produksi, seperti kelas fotografi, videografi, dan sejenisnya.

“Padahal, itu adalah ruang yang harus digerakkan dari dasar penulisan yang baik. Tetapi, mereka cenderung ingin langsung praktik,” katanya.

Beruntung, kata Sofhal, santri-santri di pesantren masih menganggap kemampuan menulis sebagai basis keterampilan yang dimiliki. “Nah, kelas pelatihan menulis seperti ini, untungnya masih sangat digandrungi para santri. Bahkan, kami harus melakukan proses seleksi karena adanya kecenderungan minat yang tinggi,” katanya.

Baca: Keluhuran Akhlak Kiai Pesantren Perlu Disyiarkan ke Publik

Fakta profesi menulis

Menurut Direktur Madrasah Tahfiz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ketitang Cirebon tersebut, banyak orang salah kaprah karena menganggap rendah orang-orang yang memiliki kemampuan menulis. Padahal, dalam dunia profesional, kemampuan menulis cenderung mendapatkan posisi yang lebih tinggi ketimbang pekerjaan-pekerjaan teknis.

“Editor, redaktur, atau penulis lainnya, misalnya, itu menempati posisi lebih tinggi di media-media arus utama,” katanya.

“Begitu juga di dunia profesi lainnya, orang-orang dengan kemampuan menulis yang baik memang cenderung berada di belakang layar, tetapi keberadaan mereka sangat menentukan kualitas produk yang tengah dikerjakan,” kata dia.

Bahkan, kata dia, kemampuan menulis seseorang mampu memberikan sumbangsih dalam pembentukan masa depan bangsa. “Hanya melalui tulisan yang baik, seseorang bisa menawarkan konten-konten yang mampu mendorong perubahan di tengah masyarakat, salah satunya melalui penguatan literasi di internet,” ujar dia.

Oleh karena itu, Sofhal mengajak para santri untuk terus mendalami dan menguatkan kemampuan menulis yang dimilikinya.

“Keberadaan pesantren memang lekat dengan budaya kepenulisan. Bahkan, hal itu dibuktikan dengan banyaknya karya ulama pendahulu yang masih eksis, dibaca, dan bermanfaat hingga hari ini,” katanya.

Sekitar 30 peserta dari sejumlah pondok pesantren di Cirebon, Jawa Barat mengikuti “Kelas Menulis Biografi Kiai Pesantren” bersama Ikhbar.com. Kegiatan yang digelar di STIT Buntet Pesantren ini bertujuan untuk menyemarakkan kembali khazanah kepesantrenan di dunia maya.

Direktur utama (Dirut) PT. Ikhbar Metamesta Indonesia (Ikhbar.com), Ustaz Agung Firmansyah mengatakan, ada delapan paket materi yang disampaikan dalam pelatihan sehari itu.

“Yakni, metodologi penulisan biografi, teknik wawancara, peliputan dan observasi, riset dan kontekstualisasi, logika bahasa dan selingkung kepesantrenan, search engine optimization (SEO) dan penulisan populer, swasunting, lalu diakhiri dengan praktik,” katanya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.