Kepala MA Al-Mubarokah Jelaskan Nilai Pendidikan Travelling dalam Al-Qur’an

Kepala Madrasah Aliyah Al-Mubarokah Karangmangu Cirebon, Ustaz Fasfah Sofhal Jamil saat memimpin apel pembukaan Perkemahan Pramuka dan LDKS pada Selasa, 3 November 2026. Foto: Ikhbar/Vina

Ikhbar.com: Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al-Mubarokah Karangmangu Cirebon, Ustaz Fasfah Sofhal Jamil, S.Ag mengajak para siswa menjadikan aktivitas travelling atau jalan-jalan sebagai sarana memperluas wawasan, mencari ilmu, dan membentuk karakter yang lebih dewasa.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Perkemahan Pramuka dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada Selasa, 3 November 2026 di Bumi Perkemahan Cipaniis Kuningan, Jawa Barat.

Ustaz Sofhal, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa aktivitas travelling memiliki nilai positif bagi perkembangan kepribadian siswa. Melalui perjalanan ke berbagai tempat, seseorang dapat mengenal lingkungan baru, memahami kehidupan masyarakat, serta memperoleh pengalaman yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran di ruang kelas.

Menurutnya, Al-Qur’an juga memberikan dorongan kepada manusia untuk menjelajahi bumi dan memanfaatkan berbagai potensi yang telah Allah Swt sediakan. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mulk: 15. Allah Swt berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Swt telah menjadikan bumi dalam keadaan mudah dijelajahi manusia. Perintah untuk berjalan ke berbagai penjuru bumi juga berkaitan dengan upaya mencari rezeki dan memanfaatkan segala potensi yang tersedia.

Ia menjelaskan, penjelasan tafsir ayat tersebut memberikan gambaran bahwa manusia diperbolehkan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk mencari penghidupan melalui kegiatan perdagangan dan pekerjaan lainnya. Kemudahan yang diperoleh dalam setiap usaha tetap bergantung pada kehendak Allah Swt.

Baca: Siswa Baru MA Al-Mubarokah Karangmangu Cirebon Langsung Digembeleng Moderasi Agama

“Tradisi travelling untuk mencari ilmu telah dilakukan para ulama terdahulu. Mereka menempuh perjalanan ke berbagai daerah demi bertemu guru, memperdalam pengetahuan, dan memperoleh pengalaman keilmuan. Tradisi tersebut turut melahirkan banyak karya ulama yang hingga kini masih dipelajari dan menjadi rujukan umat Islam,” jelasnya.

Menurutnya, pengalaman perjalanan dapat memberikan manfaat luas, terutama bagi para pelajar yang ingin mengembangkan pengetahuan dan memperluas cakrawala berpikir.

“Travelling untuk tujuan pendidikan maupun mencari rezeki memiliki ruang tersendiri dalam kehidupan manusia selama dilakukan dengan tujuan dan cara yang baik,” jelasnya.

Selain mengajak siswa memperluas wawasan melalui perjalanan, Ustaz Sofhal juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat alam sebagai bagian dari kehidupan bersama.

“Kalau kita baik terhadap alam, alam pun akan baik kepada kita. Begitu juga sebaliknya,” pesannya.

Ia mengajak para siswa membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan, baik di madrasah maupun di tempat lain. Kepedulian terhadap alam perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan fasilitas umum.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.