Ikhbar.com: Kota Suci Madinah, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah forum musyawarah umrah terbesar di dunia melalui penyelenggaraan Umrah and Ziyarah Forum 2026. Ajang internasional ini diproyeksikan dihadiri lebih dari 40.000 peserta dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026 hingga Rabu, 1 April 2026 di King Salman International Convention Center. Forum ini akan menghadirkan ratusan pelaku industri layanan jemaah, mulai dari operator umrah hingga penyedia teknologi.
Di bawah arahan Salman bin Sultan, acara ini digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Pilgrim Experience Program. Penyelenggaraan forum ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas layanan umrah sekaligus memperkuat posisi Madinah sebagai destinasi global berbasis spiritual dan budaya.
Data penyelenggara menunjukkan, sekitar 150 peserta pameran dan 160 pembicara akan ambil bagian dalam forum tersebut. Selain itu, lebih dari 50 sesi lokakarya dijadwalkan berlangsung, disertai penandatanganan sekitar 5.000 kerja sama lintas sektor.
Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi global bagi industri umrah dan ziarah. Para pelaku usaha, investor, pengembang, hingga inovator teknologi akan berkumpul untuk membahas pengembangan layanan ibadah yang lebih terintegrasi.
Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah menegaskan pentingnya forum ini sebagai ajang internasional strategis.
Baca: Jemaah Umrah Wajib Tinggalkan Tanah Suci pada Sabtu, 18 April 2026
“Kami menyaksikan peluncuran acara global terbesar yang mempertemukan perusahaan Umrah dan Ziarah serta penyedia layanan bagi Tamu Allah, termasuk para pelaksana umrah dan pengunjung,” kata Tawfiq.
Ia juga menambahkan bahwa forum ini akan dikembangkan sebagai agenda tahunan.
“Kami akan berupaya menjadikan forum ini sebagai platform komprehensif untuk mengeksplorasi peluang dan meningkatkan pengalaman. Kami berjanji bahwa acara global ini akan menjadi pertemuan tahunan bagi penyedia layanan Umrah dan Ziarah terbesar dari seluruh dunia,” katanya.
Selain memperkuat kolaborasi, forum ini menyoroti inovasi dan integrasi layanan. Sejumlah sesi akan membahas peningkatan kualitas pelayanan jemaah, transformasi digital, serta penguatan pengalaman ibadah berbasis nilai spiritual di dua kota suci.
Pembahasan juga mencakup pengembangan ekosistem layanan umrah dan ziarah yang lebih terhubung, guna menjawab kebutuhan jemaah global yang terus meningkat.