Tata Cara Melaksanakan Salat Idulfitri

Ilustrasi Salat Idulfitri. Foto: Pexels

Ikhbar.com: Pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026. Salat Idulfitri menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam saat hari raya. Ibadah ini berstatus sunah muakadah, yakni sangat dianjurkan sejak mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah.

Rasulullah Saw secara konsisten melaksanakannya hingga wafat, dan tradisi tersebut terus dijaga oleh umat Islam hingga kini.

Ketentuan syarat dan rukun salat Idulfitri pada dasarnya sama seperti salat fardu lima waktu. Namun, terdapat beberapa tambahan sunah yang membedakannya. Pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur.

Salat Idulfitri memiliki perbedaan dengan salat Iduladha dalam hal waktu pelaksanaan. Jika Iduladha dianjurkan dilaksanakan lebih awal, maka salat Idulfitri justru disunahkan sedikit diakhirkan. Tujuannya agar umat Islam memiliki kesempatan menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat.

Baca: THR menurut Al-Qur’an: Antara Kebahagiaan Idulfitri dan Nilai Berbagi

Berikut tata cara lengkap pelaksanaan salat idulfitri:

1. Niat

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Disunahkan pula untuk melafalkannya terlebih dahulu:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (atau imâman) lillâhi ta’âlâ

“Aku berniat salat sunah Idulfitri dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

2. Takbir dan Doa di Rakaat Pertama

Setelah membaca doa iftitah, dianjurkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Di antara takbir tersebut, dapat membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā.

“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.”

Atau membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

3. Membaca Surat dalam Rakaat Pertama

Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah, kemudian disunahkan membaca surat Al-A’la. Setelah itu, rangkaian ruku’, sujud, dan gerakan lainnya dilakukan sebagaimana salat pada umumnya hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.

4. Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, setelah berdiri, dianjurkan kembali melakukan takbir sebanyak lima kali. Kemudian membaca Al-Fatihah dan disunahkan membaca surat Al-Ghasiyah. Selanjutnya menyelesaikan salat hingga salam seperti biasa.

5. Mendengarkan Khutbah

Setelah salam, jemaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk menyimak khutbah Idulfitri yang disampaikan oleh khatib. Hal ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah hari raya.

Panduan ini dapat menjadi rujukan praktis bagi umat Islam agar dapat melaksanakan salat Idulfitri dengan baik dan sesuai tuntunan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.