Ikhbar.com: Kepemimpinan kerap dipahami sebagai posisi atau jabatan. Namun, menurut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon, Dr. KH Fahad Achmad Sadat, kepemimpinan berawal dari hal sederhana.
Kiai Fahad menjelaskan bahwa fondasi kepemimpinan terletak pada kemampuan mengelola diri.
“Seseorang tidak bisa memimpin orang lain jika belum mampu mengendalikan sikap dan emosinya. Dari situ, kepercayaan akan tumbuh secara alami,” katanya dalam program Sinikhbar | Siniar Ikhbar bertema “Lebaran Hari Raya Keteladanan” di Ikhbar TV, dikutip pada Rabu, 18 Maret 2026.

Baca: Benarkah Pesantren Feodal dan Penuh Kultus Individu? Begini Bantahan Kiai Fahad
Ia juga menekankan pentingnya integritas. Pemimpin perlu menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan. Tanpa hal tersebut, kepemimpinan mudah kehilangan makna.
Kemampuan mengambil keputusan yang tepat juga menjadi penentu. Keputusan sebaiknya lahir dari pertimbangan matang, bukan dorongan sesaat.
Dalam keseharian, latihan kepemimpinan dapat dimulai dari hal kecil, seperti disiplin waktu dan tanggung jawab terhadap tugas.
Menurutnya, proses tersebut memerlukan kesabaran dan latihan yang konsisten.
“Tidak ada cara instan untuk menjadi pemimpin yang baik,” tegasnya.
Baca: Kiai Fahad: Puasa Bukan sekadar ‘Cosplay’ Jadi Orang Miskin, Tapi Latihan Bersyukur
Kiai Fahad menutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan merupakan proses pembentukan diri yang berlangsung terus-menerus.
“Pemimpin itu dimulai dari cara kita mengatur diri sendiri, bukan langsung mengatur orang lain,” pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Murtadlo Buntet Cirebon tersebut.