Ikhbar.com: Pakar kelautan dan perikanan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program rehabilitasi mangrove agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir. Menurut Anggota Komisi IV DPR RI tersebut, penanaman mangrove harus disertai pemeliharaan dan pengelolaan yang berkesinambungan.
Pesan itu disampaikan Prof. Rokhmin saat menghadiri TERA Batch 8 Mangrove for Earth Festival bertema “Aksi Kolaborasi Menjaga Bumi, Selamatkan Generasi” dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia di Desa Pabean Ilir, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Ahad, 26 Juli 2026.
“Kalau ingin sukses, mangrovisasi ini harus ada continuity (berkesinambungan), harus sustainable (berkelanjutan). Dan harus diingat bahwa pembangunan berkelanjutan tidak mungkin dicapai hanya dengan menggenjot pertumbuhan ekonomi tanpa melestarikan lingkungan hidup, termasuk ekosistem mangrove,” kata Prof. Rokhmin, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.
Baca: Prof. Rokhmin Jelaskan Keseimbangan Doa dan Ikhtiar sebagai Kunci Hadapi Dampak El-Nino
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu menjelaskan, program mangrovisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman bibit. Program tersebut perlu didukung dengan pemeliharaan, pemantauan, evaluasi, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi ekologis di setiap wilayah.
Prof. Rokhmin juga menegaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki fungsi ekonomi dan ekologis yang sangat strategis.
“Keberadaannya menjadi benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang, banjir rob, dan intrusi air laut. Mangrove juga menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk menghadapi perubahan iklim serta berbagai bencana di kawasan pesisir,” ungkap Prof. Rokhmin.
Baca: 5 Indikator Ketahanan Pangan menurut Prof. Rokhmin
Karena itu, rehabilitasi mangrove membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting agar upaya pemulihan ekosistem berjalan secara konsisten serta memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut itu berharap gerakan yang diinisiasi Take Environmental Regenerative Action (TERA) terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kawasan pesisir di Indonesia. Gerakan tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
TERA merupakan gerakan yang berfokus pada pemulihan ekosistem alam yang telah mengalami kerusakan, terutama ekosistem mangrove, sekaligus merawatnya agar tetap lestari dan produktif.
Menutup penyampaiannya, Prof. Rokhmin mengingatkan agar semangat rehabilitasi mangrove tidak berhenti setelah kegiatan penanaman selesai.
“Jadi pesan saya satu aja, harus sustainability,” ujarnya.