Ikhbar.com: Pasar takjil menjadi pemandangan rutin menjelang magrib selama Ramadan. Aneka warna dan aroma menggoda orang yang melintas. Namun, di balik daya tarik tersebut, terdapat risiko keamanan pangan yang kerap terabaikan.
Menurut Ahli Gizi, Ustazah Yuswati, S.K.M., M.Kes., masyarakat perlu bersikap kritis tanpa bersikap berlebihan.
“Makanan ditaruh di mana? Plastik. Plastiknya itu mungkin plastik yang tidak tahan untuk makanan panas,” ujarnya dalam program Sinikhbar | Siniar Ikhbar bertajuk “Seberapa Aman Menu Takjil Ramadan Kita?” di Ikhbar TV, dikutip pada Selasa, 24 Februari 2026.

Baca: Jam Makan Berkurang, Kenapa Berat Badan Justru Naik di Bulan Ramadan? Begini Jawaban Ahli Gizi
Pertama, periksa wadah dan kemasan. Plastik yang tidak memenuhi standar dapat melepaskan zat kimia ketika terkena suhu tinggi.
Kedua, amati apakah makanan dalam kondisi tertutup. Debu dari jalan raya mudah menempel pada makanan yang dibiarkan terbuka.
Ketiga, perhatikan cara penjual menyentuh makanan.
“Coba dilihat yang layanin tuh pakai capit enggak sih kalau ngambil gorengan? Karena tangan ini sumber segala macam kuman,” katanya.
Baca: Ramadan sebagai Laboratorium Metabolik: Antara Spiritualitas dan Ilmu Gizi
Keempat, waspadai warna yang terlalu mencolok. Warna yang tidak wajar dapat menjadi indikasi penggunaan bahan tambahan yang berisiko bagi kesehatan.
Kelima, cermati bahan baku serta kebersihan air yang digunakan dalam proses pengolahan.
“Langkah-langkah ini sebagai bentuk kewaspadaan sederhana. Tujuannya bukan menimbulkan ketakutan, tetapi memastikan takjil yang dikonsumsi aman dan layak,” kata Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon tersebut.