Ikhbar.com: Pengurus Besar (PB) Korps PMII Putri (KOPRI) menggelar Sekolah Kader Nasional (SKKN) III sebagai langkah strategis menyiapkan kader perempuan masa depan yang berdaya saing dan berjejaring luas.
Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Bekasi ini resmi dibuka pada Rabu, 19 Februari 2026. SKKN III dijadwalkan berlangsung hingga Ahad, 23 Februari 2026, dengan mengusung tema “Future Leaders, Rooted in Community, Connected Globally” sebagai arah penguatan kaderisasi perempuan PMII.
Pembukaan SKKN III dihadiri Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang juga Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII, Mimah Susanti, Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari, serta Sekretaris Umum PB PMII, Ikram Tamrin.
Ketua Bidang Kaderisasi KOPRI PB PMII, Dewi Avivah menjelaskan, SKKN III disusun sebagai ruang pembelajaran intensif untuk memperkuat perspektif kepemimpinan perempuan yang berpijak pada komunitas sekaligus memiliki wawasan global.
Rangkaian pembukaan juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial kader KOPRI. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sensitivitas kemanusiaan dalam proses kaderisasi organisasi.
Melalui SKKN III, KOPRI PB PMII menargetkan lahirnya kader perempuan yang kuat secara ideologis, terampil dalam organisasi, dan responsif terhadap dinamika sosial di tengah masyarakat.
Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari menegaskan dinamika organisasi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter kader. Ia mengingatkan agar kader tetap menjaga orientasi pengabdian dalam berproses.
Baca: KOPRI–Wapres Gibran Bahas Keterlibatan Perempuan Muda di MBG dan Teknologi
“Banyak dinamika berorganisasi, namun kita kembali pada fitrah kita sebagai kader. Mengikuti SKKN bukan untuk selembar kertas, tapi sebagai bekal pengabdian kita terhadap organisas,” ujar Wulan.
Sekretaris PB PMII, Ikram Tamrin menyampaikan tiga fokus penguatan Kopri ke depan. Pertama, penguatan sumber daya manusia melalui kaderisasi berkelanjutan, termasuk pelaksanaan SKKN yang kini memasuki angkatan ketiga.
Kedua, lanjut dia, yakni penguatan kemandirian perempuan di sektor ekonomi, politik, dan ruang strategis. Ketiga, penguatan kepemimpinan perempuan agar kader Kopri tetap relevan dan progresif.
“Masa depan tidak bisa diprediksi, tetapi masa depan bisa kita ciptakan bersama melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” kata Ikram.
Komisioner KPI Pusat sekaligus Mabinas PB PMII, Mimah Susanti menilai tema SKKN III mencerminkan arah gerak kader Kopri sebagai perempuan muda yang siap bersaing di tingkat global. Ia menekankan pentingnya kemampuan merespons isu strategis seperti perubahan iklim dan dinamika global.
“Kader Kopri harus memiliki kapasitas intelektual, literasi digital, dan kemampuan komunikasi global, tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya.
Mimah juga mengingatkan nilai “dzikir, fikir, dan amal saleh” tetap menjadi fondasi moral dalam setiap proses kaderisasi.
Dalam pidato kunci, Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah menyampaikan bahwa KOPRI merupakan ruang pembentukan kepemimpinan perempuan di berbagai bidang.
“KOPRI bukan hanya tempat berkumpul perempuan, tetapi tempat ditempanya perempuan untuk menjadi pemimpin di mana saja,” ujar Farida.
Ia memaparkan empat pilar kemandirian perempuan, yakni kemandirian emosional, intelektual, sosial, dan finansial sebagai fondasi penguatan kader perempuan.
“Semua dimulai bukan dengan modal besar, tapi dengan kemauan,” katanya.
Farida juga mengingatkan pentingnya profesionalitas organisasi, termasuk kemampuan memisahkan persoalan pribadi dengan tanggung jawab kepemimpinan dan kerja kolektif.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta SKKN III akan mengikuti penguatan kapasitas, diskusi strategis, serta pendalaman nilai keislaman dan kebangsaan dalam rangka konsolidasi kader KOPRI secara nasional.