Hak dan Kewajiban Sesama Muslim

Dalam pandangan Islam, umat diarahkan agar tidak hanya menolong orang yang dizalimi, tetapi juga menolong orang yang berbuat zalim.
Ilustrasi sesama Muslim. Foto: Freepik

Oleh: Dr. KH Zakky Mubarak, MA (Mustasyar PBNU

DALAM kehidupan sehari-hari, umat Muslim diarahkan oleh ajaran agamanya untuk melaksanakan tugas dan kewajiban, sekaligus memperhatikan hak-hak sesama, agar kehidupan masyarakat berlangsung harmonis dan diliputi rasa kasih sayang. Dalam berbagai hadis Nabi disebutkan bahwa Rasulullah Saw memerintahkan umatnya untuk melakukan beberapa hal berikut.

Menengok orang yang sakit dan mendoakan kesembuhannya

Orang yang sedang sakit tengah menghadapi cobaan yang berat, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarganya. Oleh karena itu, sangat terpuji apabila kita mengunjungi mereka serta memanjatkan doa agar diberikan kesembuhan.

Doa yang disampaikan Nabi ketika mengunjungi orang yang sakit adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Wahai Allah, Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkan penderitaannya, sembuhkan penyakitnya, karena Engkaulah yang Maha menyembuhkan. Tidak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi,” (HR. Bukhari, 3458).

Baca: Berinfak dan Berderma

Bertakziyah dan mengantarkan jenazah hingga ke kuburannya

Apabila salah satu anggota masyarakat dirundung kesedihan dan duka cita akibat wafatnya anggota keluarga, kaum muslimin hendaknya bertakziyah kepada keluarga tersebut. Kepada mereka diberikan bimbingan yang bermanfaat serta diarahkan agar tabah dalam menghadapinya. Ketika jenazah dimakamkan, kaum muslimin dianjurkan untuk mengantarkannya hingga ke liang kubur.

Mendoakan orang yang bersin

Orang yang bersin menunjukkan bahwa kondisi tubuhnya dalam keadaan sehat. Oleh sebab itu, ia dianjurkan mengucapkan Alhamdulillah (segala puji milik Allah). Ucapan tersebut dijawab oleh saudaranya dengan kalimat yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Selanjutnya, orang yang bersin mengucapkan yahdikumullah (semoga Allah menunjukimu), lalu dijawab kembali dengan kalimat wa yuslih balakum (semoga Allah memperbaiki keadaanmu). (HR. Bukhari).

Bersin yang menunjukkan kondisi sehat adalah bersin yang terjadi hanya beberapa kali. Apabila bersin terjadi terus-menerus, hal itu menandakan adanya gangguan kesehatan, seperti flu atau penyakit lainnya. Dalam kondisi demikian, doa tersebut tidak lagi dianjurkan. Ketika bersin, seseorang hendaknya menutup mulutnya dengan tangan dan merendahkan suara bersinnya agar tidak mengganggu orang lain.

Menghargai orang yang bersumpah

Sumpah merupakan salah satu cara yang digunakan secara jujur untuk meyakinkan orang lain. Oleh karena itu, dalam keadaan tertentu sumpah diperlukan, misalnya di pengadilan atau dalam upacara-upacara tertentu. Setiap orang hendaknya menghargai sumpah tersebut dan tidak meremehkannya.

Memberikan pertolongan kepada orang-orang yang teraniaya

Betapa berat penderitaan orang-orang yang mengalami kezaliman dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka merasakan tekanan dan ketidakadilan yang sangat mendalam. Oleh sebab itu, setiap muslim dituntut berupaya seoptimal mungkin untuk menolong orang-orang yang teraniaya agar kezaliman tidak terus berlangsung.

Dalam pandangan Islam, umat diarahkan agar tidak hanya menolong orang yang dizalimi, tetapi juga menolong orang yang berbuat zalim. Nabi bersabda:

اُنْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا.

“Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat zalim maupun yang dizalimi.”

Para sahabat merasa heran. Menolong orang yang dizalimi merupakan suatu keharusan, tetapi bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim? Nabi menjawab bahwa cara menolongnya adalah dengan mencegahnya dari perbuatan zalim.

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هٰذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا، فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟ قَالَ: تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ.

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, jika ia dizalimi kami menolongnya, lalu bagaimana menolongnya jika ia berbuat zalim?” Beliau bersabda, “Engkau menahannya (mencegahnya) dari kezalimannya.” (HR. Bukhari, 6457).

Menghadiri undangan

Setiap muslim yang memperoleh undangan dari sesamanya hendaknya berusaha untuk menghadiri undangan tersebut.

Menyebarluaskan salam

Setiap umat Islam diperintahkan untuk membiasakan dan menyebarkan salam sebagai wujud kedamaian, baik kepada orang yang telah dikenal maupun kepada yang belum dikenal.

Memberikan bantuan kepada orang-orang yang kelaparan

Berupaya menyantuni para tawanan

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh; apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim, 2586).

Kami mengundang para pembaca yang budiman untuk menyumbangkan buah pikirannya melalui kanal ‘Risalah.’ Kirimkan tulisan terbaik Anda melalui email redaksi@ikhbar.com.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.