Ikhbar.com: Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menghadiri Puncak Peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Prof. Rokhmin hadir mewakili Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Prof. Dr. (H.C.). Hj. Megawati Soekarnoputri dalam agenda kebangsaan yang menandai satu abad perjalanan jamiyah NU.
Sejak pagi, kawasan Istora dipadati ribuan jemaah dari berbagai daerah. Kehadiran jemaah tersebut, menurut Prof. Rokhmin, menunjukkan kuatnya basis sosial NU yang bertumpu pada pesantren dan komunitas keagamaan di tingkat akar rumput.
Prof. Rokhmin menilai NU konsisten menjaga wajah Islam Indonesia yang moderat dan berorientasi kebangsaan.
“Satu abad NU istikamah menebar Islam rahmatan lil ‘alamin,” kata Prof. Rokhmin dalam pernyataan resminya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Baca: Gus Yahya Ajak Nahdliyin Hadapi Abad Kedua NU dengan Optimisme
Peringatan satu abad NU mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Menurut Prof. Rokhmin, tema tersebut mencerminkan peran historis NU dalam perjalanan bangsa sekaligus arah kontribusi organisasi itu pada masa mendatang.
Penilaian tersebut sejalan dengan rekam jejak NU yang sejak berdiri pada 1926 menempatkan diri pada posisi strategis dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan. NU tercatat terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan, penguatan persatuan nasional, serta pengawalan kehidupan bernegara setelah Indonesia merdeka.
Dalam berbagai fase sejarah, NU berperan sebagai rujukan moral dan penyangga stabilitas sosial melalui jaringan ulama serta pesantren.
Prof. Rokhmin menyoroti peran NU dalam menjaga kesinambungan tradisi keulamaan dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kekuatan NU terletak pada kemampuan merawat tradisi keagamaan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Menjaga ulama, merawat tradisi, dan menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Prof. Rokhmin.
Baca: Mengenal Prof. Rokhmin, Muslim Peretas Batas
Puncak peringatan satu abad NU dihadiri jajaran pimpinan lembaga negara dan menteri kabinet. Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Pekerjaan Umum Ir. Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof. Dr. Arif Satria. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan posisi NU sebagai mitra strategis negara dalam pembangunan kehidupan sosial dan kebudayaan nasional.
Sejumlah pimpinan partai politik lintas spektrum turut menghadiri acara tersebut, antara lain Presiden Partai Keadilan Sejahtera Dr. H. Al Muzzammil Yusuf dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Dr. H. M. Mardiono. Kehadiran tokoh lintas partai tersebut menegaskan bahwa peringatan satu abad NU dipahami sebagai peristiwa kebangsaan yang melampaui kepentingan politik praktis.