Prof. Rokhmin: Itqan Kunci Profesionalisme dalam Islam

Prof. Rokhmin saat memberikan materi dalam Pengajian, Pembinaan, dan I’tikaf Ramadhan 1447 H bertema "Konsep Itqan dalam Islam dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern" yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) di Masjid Raya UMC, Sabtu, 14 Maret 2026. Dok IST

Ikhbar.com: Konsep itqan dalam Islam dinilai memiliki peran penting dalam membangun profesionalisme di tengah dinamika kehidupan modern. Nilai tersebut mendorong seseorang bekerja secara optimal, teliti, dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas.

Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menyampaikan hal itu saat memberikan materi dalam kegiatan Pengajian, Pembinaan, dan I’tikaf Ramadhan 1447 H bertema  “Konsep Itqan dalam Islam dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) di Masjid Raya UMC, Sabtu, 14 Maret 2026.

Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa profesionalisme dalam perspektif Islam berkaitan dengan keterampilan teknis sekaligus kualitas amal yang dikerjakan secara sungguh-sungguh.

Menurutnya, prinsip tersebut tercermin dalam konsep itqan yang mengajarkan seseorang menunaikan pekerjaan secara maksimal.

“Dalam perspektif Islam, konsep best practice (praktik terbaik) tercermin dalam prinsip itqan, yaitu melakukan setiap pekerjaan secara optimal, profesional, dan berkualitas tinggi,” ujar Prof. Rokhmin.

Baca: Mengenal Itqan, Etos Kerja Islami menurut Prof. Rokhmin

Ia menambahkan bahwa nilai tersebut berkaitan erat dengan konsep ihsan yang menekankan kualitas terbaik dalam setiap amal perbuatan.

Menurut dia, seseorang yang bekerja dengan semangat itqan tidak sekadar menuntaskan tugas, melainkan berupaya menghadirkan standar terbaik dalam setiap pekerjaan.

Karena itu, Prof. Rokhmin menilai profesionalisme dalam Islam tidak terpisah dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Konsep tersebut, lanjut dia, juga membentuk budaya kerja yang akuntabel. Setiap pekerjaan dikelola secara sistematis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Itqan menjadi dasar pembentukan budaya kerja yang akuntabel, di mana setiap tugas dikelola secara sistematis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu menilai prinsip tersebut relevan dengan tantangan dunia modern yang berkembang cepat.

Perkembangan teknologi, kompetisi global, serta tuntutan kualitas pelayanan membuat setiap individu perlu terus meningkatkan kemampuan.

Menurut Prof. Rokhmin, itqan mendorong seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi.

Baca: Prof. Rokhmin: Iman dan Takwa Kunci Sukses Dunia Akhirat

Itqan mendorong peningkatan kompetensi dan pembelajaran berkelanjutan sehingga individu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika global,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kualitas kerja yang baik memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Ketika pekerjaan dilakukan secara profesional, hasilnya dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial.

Itqan mengarahkan pekerjaan pada kebermanfaatan sosial sehingga setiap karya memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata dia.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu juga menilai penerapan nilai tersebut dapat memperkuat integritas dalam berbagai bidang profesi.

Ia mencontohkan seorang guru yang mempersiapkan materi pelajaran secara matang, dokter yang memeriksa pasien dengan teliti, serta pegawai yang menyelesaikan tugas secara cermat.

Contoh tersebut, menurut Prof. Rokhmin, menunjukkan bahwa profesionalisme merupakan bagian dari ajaran Islam yang menekankan kualitas amal.

“Dengan menerapkan prinsip itqan, seseorang dapat menjadikan pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian sekaligus sarana memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Pembina Pondok Pesantren Al-Muflihin Gebang Cirebon tersebut.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.