Ikhbar.com: Ramadan menyimpan banyak pelajaran bagi umat Islam. Setidaknya terdapat tiga nilai utama yang seharusnya menjadi bekal setelah seseorang menjalani bulan puasa.
Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarokah Karangmangu Cirebon, KH Abdul Basith, dalam Program Sinikhbar | Siniar Ikhbar, bertajuk “Beda Rasa Ramadan di Pesantren dan di Kota”, di Ikhbar TV.. Kiai Basith, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa tiga nilai tersebut penting dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ada tiga hikmah Ramadan yang penting diketahui umat Islam,” kata Kiai Basith, dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.
Baca: Ramadan di Pesantren: Bulan Kesabaran dan Pengetahuan
Menurut Kiai Basith, hikmah pertama adalah kebersamaan. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antarsesama.
“Pertama, kebersamaan. Yakni tentang bagaimana kita membersamai keluarga, saudara, teman-teman, dan lingkungan sekitar selama bulan suci Ramadan,” ujar sosok yang juga dikenal aktif berdakwah di masyarakat tersebut.
Nilai kebersamaan tampak dalam berbagai aktivitas selama Ramadan, seperti berbuka puasa bersama maupun menjalankan ibadah secara berjemaah.
“Di pesantren, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para santri,” katanya.

Selain kebersamaan, hikmah kedua yang ditekankan Kiai Basith adalah kesabaran. Puasa melatih seseorang mengendalikan diri, baik dari sisi emosi maupun keinginan.
“Sabar dalam hal ibadah, sabar dalam hal menahan hawa nafsu kita,” kata Kiai Basith.
Menurut Kiai Basith, kesabaran menjadi kunci dalam menjalani puasa dengan baik. Tanpa kesabaran, seseorang mudah tergoda melanggar aturan puasa atau kehilangan semangat beribadah.
“Nilai ketiga adalah takarub ilallah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual melalui berbagai ibadah,” katanya.
Kiai Basith menilai kedekatan dengan Allah Swt membawa dampak positif bagi kehidupan seseorang. Ketika hubungan spiritual semakin kuat, seseorang lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup.
Baca: Laksana Sepakbola, Kiai Basith Ungkap Babak Penyisihan hingga Final dalam Bulan Ramadan
Menurut Kiai Basith, tiga nilai tersebut tidak hanya penting bagi santri di pesantren. Anak muda yang tinggal di perkotaan juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebersamaan dapat dibangun melalui kegiatan ibadah bersama atau kegiatan sosial selama Ramadan. Kesabaran dilatih melalui pengendalian diri selama berpuasa. Sementara itu, kedekatan kepada Allah dapat diperkuat melalui zikir, tadarus, dan ibadah lainnya,” kata Kiai Basith.
“Dengan mempraktikkan tiga nilai tersebut, Ramadan tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan. Bulan puasa menjadi momentum untuk memperbaiki diri serta membangun kebiasaan baik yang dapat bertahan setelah Ramadan berakhir,” pungkasnya.