Prof. Rokhmin Dorong Transformasi Ekonomi Agro-Maritim untuk Dongkrak Daya Saing Daerah

Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri menyampaikan materi dalam acara Halalbihalal Paguyuban Dulur Cirebonan Ciayumajakuning di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Ahad (5/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dan transformasi pembangunan daerah. Dok. IST

Ikhbar.com: Transformasi ekonomi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing daerah dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Wilayah yang masih bergantung pada eksploitasi sumber daya alam mentah perlu segera beralih ke sektor yang lebih produktif.

Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri menekankan pentingnya perubahan struktur ekonomi sebagai langkah strategis. Menurutnya, transformasi perlu diarahkan dari dominasi sektor primer menuju industri manufaktur dan jasa dengan nilai tambah tinggi.

“Dari dominasi eksploitasi sumber daya alam dan ekspor komoditas, ke dominasi sektor manufaktur dan jasa yang produktif, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam forum Halalbihalal Paguyuban Dulur Cirebonan di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Ahad, 5 April 2026.

Baca: Halalbihalal Dulur Cirebonan, Prof Rokhmin: Ekonomi Ciayumajakuning Butuh Pertumbuhan di Atas 7 Persen

Anggota Komisi IV DPR RI tersebut menyebut sektor agro-maritim sebagai keunggulan utama Indonesia yang perlu dioptimalkan. Dengan potensi kelautan, perikanan, dan pertanian yang besar, wilayah seperti Ciayumajakuning memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat.

Langkah konkret yang perlu dilakukan antara lain hilirisasi produk, pembangunan kawasan industri, serta modernisasi sektor pertanian dan perikanan. Penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.

“Tercatat ada 65,5 juta unit UMKM atau sekitar 99 persen dari total usaha di Indonesia. Kontribusinya mencapai 61 persen terhadap PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan (2001-2004) tersebut.

“Namun, akses pembiayaan masih menjadi kendala. UMKM hanya mendapatkan sekitar 18,5 persen dari total kredit perbankan, sehingga kinerjanya belum optimal,” lanjutnya.

Baca: Prof. Rokhmin: Kemiskinan dan Ketimpangan Jadi PR Cirebon dan Sekitarnya

Prof Rokhmin menilai intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut, mulai dari akses modal hingga teknologi dan pasar.

Dia menegaskan transformasi ekonomi tidak dapat ditunda jika daerah ingin meningkatkan daya saing.

“Pembangunan agro-maritim dan transformasi struktur ekonomi harus dilakukan secara produktif, efisien, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Prof Rokhmin.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.