Ikhbar.com: Pembina Pondok Pesantren Al-Muflihin Gebang, Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati serta kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat, tidak ditentukan oleh harta, jabatan, ataupun popularitas.
Guru Besar bidang Kelautan dan Perikanan tersebut menegaskan bahwa derasnya arus materialisme serta krisis moral global hanya dapat dihadapi dengan kembali pada nilai-nilai ilahi. Nilai itulah yang menuntun manusia meraih kebahagiaan sejati sekaligus membangun peradaban yang bermartabat.
“Kunci kebahagiaan dan keberhasilan hidup, di dunia maupun akhirat, terletak pada iman dan takwa kepada Allah Swt,” ujar Prof. Rokhmin, dikutip dari TVRIWORLD, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Baca: Ingin Sukses Dunia Akhirat? Ini 10 Tips Prof. Rokhmin Dahuri yang Wajib Diikhtiari
Menurut Prof. Rokhmin, kebahagiaan tidak lahir dari kekayaan, jabatan, ataupun ketenaran, tetapi tumbuh dari kedekatan spiritual serta ketaatan kepada Sang Pencipta. Pandangan tersebut berangkat dari tiga dasar yang saling menguatkan, yakni wahyu ilahi, penalaran akal sehat, serta fakta sejarah.
Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa orang beriman dan bertakwa akan menemukan jalan keluar ketika menghadapi kesulitan, memperoleh ketenangan dalam tekanan, serta memiliki pegangan hidup yang jelas. Hal tersebut merupakan janji Allah Swt yang tidak pernah ingkar.
Al-Qur’an memuat janji pertolongan serta keberkahan bagi hamba yang bertakwa.
“Di antaranya berupa kemudahan keluar dari kesulitan, rezeki dari arah yang tidak disangka, kelapangan urusan, kecukupan hidup, ampunan dosa, serta pahala berlipat,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPR RI tersebut menegaskan bahwa firman Allah Swt dalam QS At-Talaq ayat 2 sampai 5 menyebutkan bahwa orang bertakwa akan diberi jalan keluar, rezeki yang tidak terduga, serta kemudahan dalam urusan. Hal serupa juga ditegaskan dalam QS Al-A’raf ayat 96 yang menjadi pegangan umat Islam saat menghadapi tantangan hidup.
“Janji itu bersifat nyata dan dapat dirasakan,” tegas Prof. Rokhmin.
Dari sudut pandang rasional, Prof. Rokhmin menyampaikan bahwa ajaran Islam yang bersumber dari Allah Swt selalu mengarah pada kemaslahatan. Ketaatan menghadirkan ketenangan, membangun keharmonisan sosial, serta menghadirkan keberkahan. Pelanggaran terhadap nilai ilahi justru memicu kerusakan, konflik, serta penderitaan.
“Akal sehat dapat memahami bahwa hidup dalam iman dan takwa merupakan pilihan paling bijak serta membawa manfaat,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001 hingga 2004 tersebut.
Sejarah menunjukkan bahwa penerapan ajaran Islam secara menyeluruh melahirkan peradaban besar yang memberi pengaruh luas bagi dunia.
“Masa kejayaan Islam pada era Abbasiyah, Andalusia, serta Kesultanan Utsmaniyah membuktikan bahwa iman dan takwa melahirkan masyarakat maju, adil, serta sejahtera. Ilmu pengetahuan, seni, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan berkembang pesat dalam bingkai nilai Islam,” tuturnya.
Baca: Wakili Ketum PDIP di Peringatan 1 Abad NU, Prof. Rokhmin: Tetap Istikamah Perkuat NKRI!
Prof. Rokhmin kembali menegaskan bahwa ketaatan kepada aturan Sang Pencipta membawa kebaikan bagi kehidupan manusia.
“Hidup dengan iman dan takwa menjadikan hati tenteram, pikiran jernih, serta langkah terarah. Pelanggaran terhadap aturan justru berujung pada kerugian dan penyesalan,” katanya.
Prof. Rokhmin mengajak seluruh elemen bangsa, terutama umat Islam, untuk menjadikan iman dan takwa sebagai dasar dalam menjalani kehidupan.
Dalam situasi global yang dipenuhi materialisme serta krisis moral, nilai ilahi menjadi pegangan untuk meraih kebahagiaan sejati dan membangun peradaban yang bermartabat.
“Iman dan takwa menjadi jalan menuju keselamatan akhirat sekaligus kunci mewujudkan dunia yang damai, adil, dan sejahtera,” ucapnya.