Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat, Dr. KH Maman Imanulhaq, membagikan refleksi mengenai makna kesuksesan. Dalam catatan tersebut, dirumuskan 20 nilai dan spirit yang dianggap relevan sebagai bekal menghadapi tantangan hidup di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat.
“Kesuksesan bukan hanya soal kecerdasan, tapi kombinasi nilai, karakter, dan disiplin ruhani kerja,” tulis Kiai Maman dalam akun media sosial pribadinya, Senin, 2 Februari 2026.
Baca: 3 Jalan Keselamatan menurut Kiai Maman
Pertama, Kiai Maman menekankan pentingnya sikap visioner, yaitu kemampuan membaca arah masa depan sebelum disadari banyak orang. Cara pandang tersebut, menurutnya, menjadi fondasi awal agar seseorang tidak berhenti pada reaksi terhadap keadaan, tetapi mampu menyiapkan langkah sejak awal.
Kedua, visi perlu diperkuat dengan mental pemecah masalah, berupa kebiasaan memusatkan perhatian pada solusi dan tidak terjebak pada keluhan.
Ketiga, Kiai Maman menyoroti learning mindset sebagai sikap yang tidak dapat ditawar. Kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi cepat dinilai menentukan daya tahan seseorang dalam menghadapi perubahan. Keempat, seluruh gagasan tersebut perlu dijalankan dengan disiplin eksekusi, sebab ide tanpa kerja nyata hanya akan berhenti pada perencanaan.
Kelima, dalam pengambilan keputusan, Kiai Maman mendorong penggunaan data dan fakta sebagai dasar pertimbangan. Keputusan yang bertumpu pada ego dinilai rawan memunculkan persoalan baru. Keenam, keberanian mengambil risiko perlu disertai kesiapan menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses bertumbuh. Ketujuh, dari proses tersebut terbentuk resiliensi, yaitu kemampuan bangkit dengan cepat setelah mengalami kegagalan.
Kedelapan, perhatian terhadap pengguna atau pihak yang dilayani disebut sebagai pusat dari setiap kerja. Bagi Kiai Maman, orientasi pada kebutuhan nyata orang lain menjaga relevansi usaha maupun organisasi. Kesembilan, sikap tersebut perlu dibarengi inovasi berkelanjutan agar tidak terjebak pada kepuasan sesaat.
Baca: Riwayat Kedekatan Gus Dur dan Kiai Maman
Kesepuluh, anggota Komisi VIII DPR RI itu menyinggung pentingnya kecepatan bergerak. Kemampuan mencoba, melakukan perbaikan, dan melangkah lebih cepat dinilai memberikan keunggulan tersendiri. Kesebelas, kecepatan tetap perlu diimbangi dengan kesederhanaan, karena solusi efektif sering kali tidak rumit.
Memasuki ranah kepemimpinan, kedua belas, Kiai Maman menegaskan bahwa integritas dan kepercayaan merupakan aset jangka panjang. Tanpa keduanya, keberhasilan sulit bertahan. Ketiga belas, pemberdayaan tim juga didorong dengan keyakinan bahwa membesarkan orang lain akan memperkuat organisasi secara menyeluruh.
Keempat belas, mental kepemilikan atau ownership menjadi penanda kedewasaan dalam bekerja. Tanggung jawab penuh tanpa mencari pembenaran dinilai mencerminkan sosok pemimpin yang layak dipercaya. Kelima belas, fokus menjadi kunci agar energi tidak terkuras oleh distraksi yang tidak berdampak.
Keenam belas, Kiai Maman mengajak pembaca berpikir sistemik dan memperhatikan skalabilitas, terutama bagi yang membangun usaha atau gerakan. Cara berpikir tersebut membantu kerja berkembang melampaui target jangka pendek. Ketujuh belas, wawasan global dinilai penting agar siap bersaing lintas budaya dan negara.
Kedelapan belas, di tengah capaian dan posisi tinggi, sikap rendah hati tetap perlu dijaga. Menurut Kiai Maman, kerendahan hati membantu seseorang tetap berpegang pada nilai. Kesembilan belas, orientasi pada tujuan yang melampaui keuntungan juga ditekankan agar kerja memberi dampak lebih luas.
Kedua puluh, seluruh nilai tersebut ditopang oleh cara berpikir jangka panjang. Kesabaran, konsistensi, dan orientasi masa depan dinilai menentukan keberlanjutan.
“Zaman boleh berubah cepat, tapi values pemimpin besar selalu konsisten,” tulis Kiai Maman.
Baca: 3 Ciri ‘Gus’ Sejati menurut Kiai Maman
Berikut rangkuman 20 nilai dan spirit tersebut:
- Visioner – Melihat masa depan sebelum orang lain menyadarinya
- Problem Solver – Fokus pada solusi, bukan keluhan
- Learning Mindset – Terus belajar, cepat beradaptasi
- Disiplin Eksekusi – Ide besar harus ditutup dengan kerja nyata
- Data-Driven Thinking – Keputusan berbasis fakta, bukan ego
- Keberanian Mengambil Risiko – Berani gagal untuk tumbuh
- Resiliensi – Bangkit cepat setelah jatuh
- Customer Obsession – Pengguna adalah pusat segalanya
- Inovasi Berkelanjutan – Tidak puas pada satu keberhasilan
- Kecepatan (Speed) – Lebih cepat mencoba, memperbaiki, dan bergerak
- Kesederhanaan – Solusi terbaik sering kali paling sederhana
- Integrity & Trust – Kepercayaan adalah aset jangka panjang
- Empowerment – Membesarkan tim, bukan mengecilkan orang
- Ownership Mentality – Bertanggung jawab penuh, tanpa alasan
- Focus – Memilih yang paling berdampak, menolak distraksi
- Scalability Thinking – Berpikir sistem, bukan sekadar proyek
- Global Mindset – Siap bersaing lintas budaya dan negara
- Humility – Rendah hati meski berada di puncak
- Purpose Beyond Profit – Bisnis harus berdampak
- Long-Term Thinking – Sabar, konsisten, dan berorientasi masa depan