Masak Lebih Awal untuk Lebaran? Ini Tips Aman Menyimpannya

Ilustrasi. GETTY IMAGES/Kanawa_Studio

Ikhbar.com: Tradisi memasak hidangan Lebaran lebih awal umum dilakukan di banyak keluarga. Cara ini dinilai praktis dan membantu menghemat waktu saat menyambut hari raya. Namun, keamanan pangan kerap terabaikan.

Ahli gizi, Ustazah Yuswati, S.KM., M.Kes, mengingatkan bahwa makanan yang dimasak satu atau dua hari sebelum Lebaran tetap aman dikonsumsi selama penyimpanan dilakukan dengan benar.

“Makanan yang dimasak lebih awal sebaiknya, yang pertama, disimpan dalam wadah tertutup,” kata Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon itu kepada Ikhbar.com, Rabu, 18 Maret 2026.

Baca: Hati-hati! Tubuh Bisa ‘Kaget’ saat Transisi Puasa ke Lebaran

Menurutnya, penyimpanan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroba. Hidangan Lebaran umumnya mengandung santan dan lemak tinggi sehingga lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri.

Karena itu, setelah dimasak, makanan perlu segera didinginkan sebelum dimasukkan ke lemari pendingin. Langkah ini penting untuk menekan perkembangan mikroorganisme berbahaya.

“Yang kedua, didinginkan dengan cepat, disimpan di dalam lemari pendingin,” ujarnya.

Selain penyimpanan, penyajian kembali juga perlu diperhatikan. Makanan yang telah disimpan sebaiknya dipanaskan hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi.

“Ketika akan disajikan kembali, makanan harus dipanaskan hingga benar-benar panas,” kata Ustazah Yuswati.

Ia menjelaskan, pemanasan ulang berfungsi meminimalkan bakteri yang berkembang selama penyimpanan. Tanpa langkah ini, makanan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Baca: Fitrah Adalah Komitmen Moral Berkelanjutan

Kebiasaan lain yang perlu dihindari adalah penggunaan alat makan yang tidak higienis. Banyak orang tanpa sadar mencelupkan sendok makan langsung ke dalam wadah bersama.

“Gunakan sendok saji yang bersih dan hindari mencelupkan sendok makan langsung ke dalam wadah makanan,” ujarnya.

Selain itu, makanan tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan bakteri, terutama pada hidangan bersantan.

Ustazah Yuswati juga menyoroti kebiasaan memanaskan makanan berulang kali. Menurutnya, praktik tersebut dapat menurunkan kualitas sekaligus keamanan pangan jika tidak diimbangi dengan penyimpanan yang tepat.

“Memanaskan makanan berulang-ulang kali tanpa pendinginan yang baik juga dapat menurunkan kualitas dan keamanan makanan,” katanya.

Untuk mengurangi risiko, ia menyarankan makanan disimpan dalam porsi kecil. Dengan cara ini, hanya bagian yang akan dikonsumsi yang dipanaskan kembali.

Langkah lain adalah memastikan hidangan tidak terlalu lama berada di meja saji. Semakin lama berada pada suhu ruang, semakin tinggi risiko kontaminasi.

“Prinsip yang penting adalah simpan makanan dalam porsi kecil, jangan terlalu lama dibiarkan di meja dan pastikan makanan dipanaskan dengan baik sebelum dikonsumsi kembali,” jelasnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, tradisi memasak lebih awal tetap aman dilakukan. Kedisiplinan menjaga kebersihan dan suhu penyimpanan menjadi kunci.

“Langkah-langkah sederhana ini sangat membantu menjaga keamanan pangan,” tutupnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.