Ikhbar.com: Hidangan Lebaran kerap identik dengan makanan tinggi lemak dan gula. Namun, menu yang lebih sehat tetap bisa dihadirkan tanpa mengurangi suasana khas hari raya.
Ahli Gizi, Ustazah Yuswati, S.KM., M.Kes., menyebut variasi makanan yang seimbang dapat membuat perayaan Lebaran lebih nyaman bagi tubuh.
“Lebaran tetap bisa terasa istimewa tanpa harus selalu identik dengan makanan tinggi lemak dan gula,” ujar Ustazah Yuswati kepada Ikhbar.com, Sabtu, 21 Maret 2026.
Baca: Waspada! Ini Risiko Tersembunyi Hidangan Lebaran yang Dipanaskan Berulang
Ia kemudian membagikan beberapa pilihan menu yang dapat menjadi alternatif. Pertama, buah segar dapat disajikan sebagai hidangan pembuka yang ringan dan menyegarkan.
Kedua, salad buah tanpa tambahan gula berlebih dapat menjadi camilan yang lebih sehat dibandingkan kue manis. Ketiga, minuman seperti infused water (air rendaman buah) dengan lemon atau mint membantu menjaga hidrasi tanpa asupan gula tinggi.
Keempat, kue berbahan dasar kacang atau oat dapat menjadi alternatif yang lebih ramah bagi kesehatan dibandingkan kue kering konvensional yang tinggi gula dan lemak.
Terakhir alias kelima, untuk hidangan utama, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan sayur dalam satu piring.
“Serta hidangan utama yang tetap seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayur,” tuturnya.
Baca: Hidangan Lebaran Penuh Gula? Ahli Gizi Sarankan Penolakan Sopan Ini!
Menurut Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon tersebut, pendekatan ini tidak bertujuan menghilangkan hidangan khas Lebaran, tetapi menambah variasi agar konsumsi makanan lebih seimbang.
Ia menilai perubahan kecil dalam pilihan makanan dapat berdampak besar terhadap kondisi tubuh, terutama setelah menjalani puasa selama satu bulan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengatur pola makan secara keseluruhan, termasuk membatasi konsumsi camilan manis yang sering disantap berulang sepanjang hari.
Dengan kombinasi menu yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati suasana Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan. Variasi menu yang seimbang juga membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan setelah Ramadan.
“Pendekatan ini tidak menghilangkan nuansa Lebaran, tetapi menambah variasi yang lebih ramah bagi kesehatan,” pungkasnya.