3 Kiat agar Anak Tetap Jajan Sehat saat Lebaran

Ilustrasi. Olah Digital oleh IKHBAR

Ikhbar.com: Suasana Lebaran selalu dinanti anak-anak. Berbagai kue, permen, dan minuman manis tersedia hampir di setiap rumah. Kondisi ini kerap membuat konsumsi gula pada anak meningkat tanpa kontrol.

Menghadapi situasi tersebut, orang tua perlu berperan aktif agar anak tetap bisa menikmati suasana tanpa risiko berlebihan.

Ahli gizi, Ustazah Yuswati, S.KM., M.Kes menekankan bahwa pendekatan yang tepat bukan larangan keras, melainkan pengaturan yang bijak.

“Pendekatan yang paling efektif bukan melarang secara keras, tetapi mengatur jumlah dan waktu konsumsinya,” ujar Ustazah Yuswati kepada Ikhbar.com, Jumat, 20 Maret 2026.

Baca: Hidangan Lebaran Penuh Gula? Ahli Gizi Sarankan Penolakan Sopan Ini!

Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon itu menjelaskan, orang tua tetap boleh memberi kesempatan kepada anak untuk memilih camilan favorit. Namun, pilihan tersebut perlu dibatasi dalam satu waktu agar tidak berlebihan.

“Langkah pertama, orang tua perlu mengatur waktu konsumsi. Anak tidak dianjurkan mengonsumsi camilan manis terus-menerus sepanjang hari. Memberi jeda antar konsumsi membantu tubuh mengontrol asupan gula dengan lebih baik,” saran dia.

Kedua, pastikan anak tetap mengonsumsi makanan utama yang seimbang. Asupan karbohidrat, protein, dan sayur penting agar kebutuhan nutrisi terpenuhi, tidak bergantung pada camilan.

“Anak boleh memilih beberapa jenis camilan favorit, tetapi jumlahnya dibatasi dalam satu waktu,” kata Ustazah Yuswati.

Baca: Hati-hati! Tubuh Bisa ‘Kaget’ saat Transisi Puasa ke Lebaran

Langkah ketiga adalah menyediakan alternatif yang lebih sehat. Buah potong atau minuman tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan yang menarik sekaligus menyehatkan. Cara ini membantu anak tetap mendapat variasi tanpa bergantung pada makanan tinggi gula.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memberi ruang bagi anak untuk menikmati momen Lebaran. Pembatasan yang terlalu ketat berpotensi memicu keinginan berlebih saat pengawasan berkurang.

Selain itu, orang tua juga perlu memberi contoh dalam pola konsumsi. Kebiasaan keluarga dalam memilih makanan memengaruhi perilaku anak. Jika orang tua mampu mengontrol asupan, anak cenderung mengikuti pola tersebut.

Baca: Ingin Lebaran Lebih Sehat? Ini Rekomendasi Menu dari Ahli Gizi Ustazah Yuswati

Di tengah banyaknya pilihan makanan, pengaturan tetap menjadi kunci. Tanpa kontrol yang jelas, konsumsi gula berlebih pada anak dapat berdampak pada kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Dengan strategi yang tepat, suasana Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan anak.

“Dengan cara ini, anak tetap menikmati suasana Lebaran tanpa risiko kelebihan gula,” ujar Ustazah Yuswati.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.