Ikhbar.com: Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon tengah memfokuskan transformasi kelembagaan dengan menargetkan perubahan status menjadi Institut Agama Islam (IAI). Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelantikan pejabat struktural baru di lingkungan kampus pada Selasa, 10 Februari 2026.
Ketua STIT Buntet Pesantren Cirebon, Dr. KH. Fahad A. Sadat, M.E.Sy., menyatakan pelantikan itu merupakan bagian dari penguatan tata kelola untuk mendukung agenda pengembangan institusi. Restrukturisasi jabatan, menurutnya, merupakan langkah konsolidasi menuju perubahan status, bukan sebatas urusan administratif.
“Tugas dan amanah ini bukan sekadar tertulis menjadi formalitas struktural, tapi ini adalah bentuk tanggung jawab bagaimana bisa menjalankan tugas dengan baik sehingga seluruh program kerja kampus bisa terwujud,” tegasnya.
Baca: Kiai Fahad Buntet Soroti Tren Ustaz Selebritas
Transformasi menuju IAI mensyaratkan penguatan aspek akademik, terutama penambahan program studi. Saat ini STIT Buntet Pesantren memiliki dua program studi aktif. Manajemen kampus menargetkan pembukaan lima program studi baru sehingga total menjadi tujuh sebagai syarat pengajuan alih bentuk kelembagaan.
Lima program studi yang sedang diproses meliputi Hukum Keluarga Islam (HKI), Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Inggris (Tadris), serta Manajemen Haji dan Umrah. Jika seluruhnya memperoleh izin operasional tahun ini, pengajuan perubahan status menjadi IAI akan diajukan.
Pengasuh Pondok Al Murtadho Buntet Pesantren Cirebon tersebut menegaskan pentingnya kesamaan arah di antara seluruh unsur pimpinan agar target tidak terhambat. Rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari penguatan organisasi dalam menghadapi tahap pengembangan.
Selain penambahan program studi, peningkatan mutu akademik menjadi agenda yang berjalan bersamaan. Tahun ini, program studi Manajemen Pendidikan Islam MPI dijadwalkan menjalani reakreditasi dengan target predikat Baik Sekali. Capaian tersebut diproyeksikan menjadi landasan pembukaan program Pascasarjana S2 pada tahun depan.
Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor pendukung. STIT Buntet Pesantren saat ini memiliki lima doktor dan 12 dosen yang sedang menempuh studi doktoral.
“Saya sangat optimis bahwa kita bisa memulai start membuka S2 untuk tahun depan,” ujar Kiai Fahad.
Baca: Ketua STIT Buntet Pesantren: Penelitian Adalah Pangkal Keilmuan
Di tingkat internal, komunikasi antarprogram studi menjadi perhatian. Kiai Fahad meminta ketua dan sekretaris program studi menjaga koordinasi agar inovasi pembelajaran serta layanan akademik berjalan efektif. Dukungan tim teknologi informasi dalam menjaga keamanan data kampus serta konsistensi pengelolaan kelas ekstensi turut diapresiasi sebagai bagian dari kesiapan institusi menghadapi skala yang lebih luas.
Menutup arahannya, Kiai Fahad kembali menegaskan keyakinan institusi dalam menapaki tahap perubahan.
“Kita punya mimpi besar, punya cita-cita besar, dan insyaallah dengan tekad yang kuat serta izin Allah, tidak ada yang tidak mungkin,” tutupnya.