Saudi Tetapkan Salat Tarawih 10 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi

Ilustrasi Salat Tarawih di Masjidil Haram. Foto: Getty Images

Ikhbar.com: Pemerintah Arab Saudi menetapkan Salat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan. Sementara untuk salat witir akan dilaksanakan sebanyak 3 rakaat.

Ketetapan tersebut dikeluarkan General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques sebagai pedoman resmi pelaksanaan ibadah malam Ramadan di dua masjid suci umat Islam.

Penetapan Salat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi dilakukan untuk menjaga kesinambungan tradisi ibadah yang telah lama diterapkan. Otoritas setempat menilai susunan tersebut sebagai format yang paling sesuai dengan praktik yang diwariskan secara turun-temurun dan dijalankan di hadapan jemaah dari berbagai penjuru dunia.

“Pelaksanaan Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan tetap mengikuti pola 10 rakaat Tarawih yang disempurnakan dengan 3 rakaat salat Witir,” demikian pernyataan resmi Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.

Baca: Inilah Daftar Imam Tarawih di Masjidil Haram selama Ramadan 2026

Dalam praktiknya, Salat Tarawih dilaksanakan dengan lima kali salam dan diakhiri dengan salam terakhir pada salat Witir. Susunan ini menjadi standar teknis yang diterapkan untuk menjaga keteraturan dan kekhusyukan ibadah selama bulan Ramadan.

Laporan The Islamic Information yang dikutip pada Senin, 2 Februari 2026, menyebutkan bahwa format Salat Tarawih tersebut dianggap paling selaras dengan tradisi ibadah yang selama ini berlaku di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Otoritas Arab Saudi juga memastikan seluruh rangkaian Salat Tarawih dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan disiarkan secara langsung ke berbagai negara.

“Siaran ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi umat Islam di seluruh dunia untuk merasakan suasana ibadah Ramadan di Tanah Suci,” ujar otoritas setempat.

Sementara itu, jadwal pelaksanaan Salat Tarawih serta daftar imam yang akan memimpin ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan diumumkan secara resmi oleh Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci menjelang masuknya bulan Ramadan.

Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan 1447 Hijriah di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada hasil pemantauan hilal. Bulan suci ini diproyeksikan berlangsung selama 30 hari, dengan Idulfitri diperkirakan berada pada rentang 19 hingga 21 Maret 2026.

Selama Ramadan 1447 Hijriah, durasi puasa di Arab Saudi diperkirakan berkisar 12 hingga 13 jam. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh posisi Ramadan yang bertepatan dengan masa peralihan dari musim dingin menuju musim semi.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.