Ramadan Usai, Prof. Rokhmin: Kedekatan dengan Al-Qur’an Jangan Merenggang

Ilustrasi Al-Qur'an. Dok SHUTTERSTOCK

Ikhbar.com: Setelah Ramadan berakhir, kedekatan umat Islam dengan Al-Qur’an diingatkan agar tidak ikut meredup. Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menekankan bahwa nilai-nilai spiritual yang dibangun selama bulan puasa perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan dalam Ceramah Acara Halal Bil Halal PT Delapan Delapan Logistik dan Lamaran Evif–Nafisyah di Kuningan, Jawa Barat, pada Selasa, 24 Maret 2026.

Menurut Prof. Rokhmin, Ramadan merupakan momentum ibadah sekaligus proses pembentukan kesadaran spiritual yang berdampak pada perilaku sosial dan ekonomi.

“Puasa selama Ramadan bukan hanya menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual yang halal, tetapi juga proses menumbuhkan empati serta nilai-nilai spiritual,” kata Pembina Pondok Pesantren Al-Muflihin Gebang, Cirebon tersebut.

Prof. Rokhmin Dahuri saat menyampaikan ceramah pada acara Halal Bihalal PT Delapan Delapan Logistik dan lamaran Evif–Nafisyah, di Kuningan, Jawa Barat, Selasa, 24 Maret 2026. Dok IST

Baca: Prof. Rokhmin: Zakat Harus Benar-benar Berdampak

Ia menjelaskan, kedekatan dengan Al-Qur’an selama Ramadan semestinya melahirkan perubahan cara pandang terhadap kehidupan, terutama dalam melihat persoalan kemiskinan dan ketimpangan.

Dengan memahami nilai-nilai Al-Qur’an, lanjutnya, seseorang akan lebih peka terhadap realitas sosial dan terdorong berkontribusi dalam menciptakan keadilan.

“Dengan merasakan lapar dan menahan diri, setiap individu, terutama yang berada pada kondisi sosial ekonomi lebih baik, dapat memahami secara nyata kehidupan sehari-hari yang dihadapi kaum miskin,” ujarnya.

Ia menilai, empati yang lahir dari pengalaman spiritual tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun solidaritas sosial.

Dalam konteks Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan ekonomi, nilai-nilai tersebut relevan untuk mendorong kebijakan dan tindakan yang lebih inklusif.

Baca: Lewat Artikel Berbahasa Inggris, Prof Rokhmin: Zakat Mestinya Mampu Cegah Ketimpangan Ekonomi Rakyat

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari unsur pemerintahan, politik, dan ulama. Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PDI Perjuangan, Nuzul Rachdy, S.E.; Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., istri almarhum H. Acep Purnama (mantan Bupati Kuningan) yang kini aktif sebagai tokoh politik dan sosial; KH. Oyo Yahya, sesepuh dan tokoh agama di wilayah Kuningan Timur; KH. Damanhuri, pengurus PCNU Kabupaten Kuningan; serta Ustaz Riyan Amirudin, pendakwah muda yang dikenal di kalangan milenial Kuningan. Hadir pula Rohaman, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Ramadan seharusnya menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan yang berakhir tanpa bekas dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.