Ikhbar.com: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dua kali. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, sementara puncak kedua diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Perbedaan waktu puncak mudik tersebut diperkirakan muncul karena jadwal perjalanan masyarakat tidak berlangsung bersamaan. Pelajar yang telah memasuki masa libur sekolah cenderung lebih dulu melakukan perjalanan ke kampung halaman, sedangkan pekerja biasanya berangkat beberapa hari setelahnya.
Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli menjelaskan masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung cukup panjang. Periode layanan angkutan mudik dijadwalkan berlangsung mulai Jumat, 13 Maret 2026 hingga Minggu, 29 Maret 2026.
Dalam rentang waktu tersebut, pergerakan pemudik maupun arus balik diperkirakan tidak menumpuk dalam satu hari, melainkan terbagi ke dalam dua gelombang.
Zulkifli menyebutkan puncak mudik pertama diprediksi terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026. Periode ini bertepatan dengan dimulainya libur sekolah sehingga banyak keluarga yang memilih berangkat lebih awal.
Baca: Menag Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
“Untuk puncak mudik pertama tanggal 13 Maret karena sudah mulai libur sekolah. Kemudian puncak kedua tanggal 18 Maret yang biasanya diisi oleh para pekerja,” ujar Zulkifli, dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026.
Gelombang kedua arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Pada periode tersebut, pemudik diperkirakan didominasi kalangan pekerja seperti aparatur sipil negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga karyawan swasta.
Pergerakan penumpang saat arus balik juga diprediksi tidak berlangsung serentak. UPTAJ memperkirakan puncak arus balik pertama terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Gelombang tersebut biasanya diisi oleh para pekerja yang harus kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan.
Sementara itu, puncak arus balik kedua diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026. Periode ini umumnya diikuti oleh para pelajar yang kembali setelah masa libur berakhir.
“Untuk tanggal 24 Maret biasanya para pegawai sudah mulai kembali bekerja. Sedangkan tanggal 28 atau 29 biasanya para pelajar yang kembali karena posko angkutan Lebaran ditutup pada 29 Maret,” katanya.
Pembagian dua tahap pada arus mudik dan arus balik tersebut merupakan bagian dari strategi pengaturan mobilitas penumpang selama masa angkutan Lebaran.
“Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pemudik sehingga tidak terpusat pada satu hari tertentu. Bayangkan jika antara anak sekolah dan para pekerja disamakan maka akan lebih membludak lagi, akan jauh lebih padat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan enam terminal yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.
Tiga terminal utama yang disiapkan meliputi Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok.
Selain itu, disiapkan pula tiga terminal bantuan yang akan digunakan apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang di terminal utama, yakni Terminal Lebak Bulus, Terminal Muara Angke, dan Terminal Grogol.
Zulkifli menambahkan, di Jakarta sebenarnya terdapat tujuh terminal utama. Namun tidak seluruhnya berada di bawah pengelolaan UPTAJ. Salah satunya adalah Terminal Terpadu Pulogebang yang memiliki sistem pengelolaan tersendiri sehingga tidak termasuk dalam skema terminal yang disiapkan oleh UPTAJ.
“Terminal bantuan ini disiapkan apabila terminal utama mengalami kepadatan penumpang,” ujar Zulkifli.