Ikhbar.com: Pemerintah memastikan bahwa program Magang Nasional akan berlanjut pada 2026. Kepastian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi sekaligus menekan angka pengangguran terdidik.
Program yang dinilai berhasil pada tahun sebelumnya itu ditargetkan menjangkau sedikitnya 100 ribu peserta dari berbagai latar belakang akademik.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli saat meninjau langsung pelaksanaan pemagangan nasional di Paragon Corp, Jakarta. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi program di lingkungan industri pada Selasa, 27 Januari 2026.
Teddy menyampaikan bahwa program pemagangan nasional memberikan dampak nyata bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan pengalaman kerja dan keterampilan profesional.
Baca: Waspada! Beredar Link Palsu Pendaftaran Magang Nasional di TikTok
“Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi lulusan baru perguruan tinggi pada pertengahan 2026 dengan kuota minimal 100 ribu peserta,” ujarnya.
Menurut Teddy, keberlanjutan program ini menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Program pemagangan dinilai mampu meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia usaha dan industri.
Ia menegaskan bahwa peserta pemagangan tidak sekadar ditempatkan di perusahaan, tetapi juga mendapatkan pendampingan intensif dari mentor yang berpengalaman.
“Peserta benar-benar belajar di perusahaan atau instansi pemerintah dan menerima uang saku sesuai upah minimum daerah,” ujar Teddy.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan bahwa pada semester pertama 2026, pemerintah menargetkan tambahan minimal 100 ribu peserta pemagangan. Ia optimistis jumlah tersebut dapat bertambah seiring dengan meningkatnya partisipasi mitra industri dari berbagai sektor.
“Program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang,” kata Yassierli.
Ia berharap semakin banyak lulusan perguruan tinggi memanfaatkan kesempatan ini sebagai jembatan menuju dunia kerja.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Salah satu alumni pemagangan nasional 2025, Hana Meita Sitepu, mengaku memperoleh pengalaman kerja nyata yang setara dengan karyawan profesional di tempat ia menjalani pemagangan.
Selama mengikuti program di perusahaan kosmetik, Hana terlibat dalam berbagai tahapan kerja, mulai dari proses inovasi produk hingga pengendalian kualitas.
“Program ini memberi wawasan praktis tentang dunia industri yang tidak saya dapatkan di bangku kuliah,” ujarnya.