Ikhbar.com: Pembina Pondok Pesantren Al-Muflihin Gebang Ilir Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa penguatan Empat Pilar Kebangsaan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Sospilar) yang digelar di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Anggota Komisi IV DPR RI itu menekankan, nilai-nilai kebangsaan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam, justru selaras dengan prinsip keadilan, persatuan, dan kemaslahatan umat.
Baca: Prof Rokhmin: Pembangunan di Indonesia Harus Didasari Prinsip ‘Taubatan Nasuha’
“Nilai kebangsaan harus sejalan dengan pedoman hidup umat Islam, yakni Al-Qur’an dan Hadis. Seorang Muslim yang baik adalah mereka yang taat beragama sekaligus cinta tanah air,” ujar Prof. Rokhmin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt, menjauhi sifat dengki, serta terus memperkuat keimanan melalui kerja keras dan kedisiplinan.
Menurutnya, karakter unggul seperti akhlak mulia, toleransi, ketaatan terhadap hukum, dan semangat persatuan dalam keberagaman merupakan wujud nyata dari nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan berbangsa.
Kegiatan Sospilar tersebut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan Traktor Roda Empat (TR4) dari Kementerian Pertanian kepada Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk disalurkan kepada gabungan kelompok tani di wilayah Juntinyuat.
Bantuan tersebut diterima Gapoktan se-Kecamatan Juntinyuat dan disambut dengan acara syukuran oleh Gapoktan Juntiweden sebagai ungkapan rasa syukur atas perhatian pemerintah.
Ketua Gapoktan Juntiweden, Cesnoto, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Ia berharap traktor roda empat dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Namun, kami juga berharap adanya pendampingan lanjutan karena masih banyak petani yang belum memahami mekanisme pengajuan bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Asropin mewakili Pemerintah Desa Juntiweden turut menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia berharap ke depan bantuan sarana dan prasarana pertanian dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan riil para petani, terutama terkait persoalan irigasi di wilayah hilir yang selama ini memengaruhi hasil pertanian.
Melalui kegiatan ini, penguatan nilai kebangsaan diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran pemahaman, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Sinergi antara nilai Islam, semangat kebangsaan, dan dukungan konkret kepada petani diyakini mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat pertanian di Kecamatan Juntinyuat.