Ikhbar.com: Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal melalui pengembangan pertanian terpadu di wilayah pesisir.
Komitmen itu ditunjukkan saat ia meninjau langsung praktik integrated farming yang memadukan peternakan kambing Garut pedaging dan budidaya ikan lele sistem bioflok di Kelurahan Samadikun, Kota Cirebon pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka masa reses anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Di lokasi usaha, Prof. Rokhmin melihat langsung bagaimana dua sektor berbeda dapat saling menopang dalam satu rantai produksi yang efisien dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah karena masa reses ini selalu bisa diisi dengan kegiatan produktif. Kali ini saya mengunjungi usaha integrated farming yang menggabungkan peternakan kambing dan budidaya ikan lele,” ujar Prof. Rokhmin.
Model pertanian terpadu tersebut memanfaatkan limbah kotoran kambing sebagai bahan pupuk organik, sehingga tidak menyisakan residu yang mencemari lingkungan.
Baca: Lelah Mengejar Dunia? Ini Tips Prof. Rokhmin agar tak Sakit Hati soal Rezeki
Di sisi lain, kolam bioflok dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya lele dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dan sehat. Konsep zero waste diterapkan secara nyata, bukan sekadar wacana.
Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin yang juga menjabat Rektor Universitas UMMI Bogor mengapresiasi efisiensi produksi pada sistem bioflok tersebut.
“Survival rate ikan lele mencapai lebih dari 95 persen. Bahkan Food Conversion Ratio (FCR) hanya 0,8—artinya 0,8 kg pakan bisa menghasilkan 1 kg daging lele. Ini luar biasa efisien,” jelasnya.
Sebagai Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Rokhmin menilai pola usaha ini layak direplikasi di berbagai daerah. Ia memandang integrated farming kambing dan lele sebagai solusi konkret untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Menurutnya, pengembangan model serupa dapat diperluas ke berbagai kawasan di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, hingga Indramayu, yang memiliki potensi besar di sektor peternakan dan perikanan.
“Mudah-mudahan dengan menyebarkan model integrasi kambing dan lele ini, masyarakat pesisir Cirebon dan Indramayu bisa semakin sejahtera. Inilah bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis lokal yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 tersebut.