Prof. Rokhmin: Pembangunan Agromaritim Harus Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Seorang nelayan sedang menebarkan jaring untuk menangkap ikan. Dok SHUTTERSTOCK

Ikhbar.com: Pembangunan agromaritim yang efektif perlu dirancang dalam satu sistem terpadu dari hulu hingga hilir. Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menegaskan pendekatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri tidak lagi memadai untuk meningkatkan daya saing wilayah pesisir.

Dalam Seminar Pembangunan Agromaritim Aceh Jaya, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya, Provinsi Aceh, pakar kelautan dan perikanan tersebut memaparkan sistem perikanan tangkap yang meliputi pengendalian pencemaran, restorasi ekosistem, penyediaan sarana produksi, penangkapan terukur, serta pengelolaan pascapanen.

“Produksi nasional ditargetkan mencapai 8,2 juta ton dengan indeks konsumsi ikan sebesar 60 kilogram per kapita per tahun. Nilai ekspor perikanan saat ini sekitar 12,5 miliar dolar AS,” katanya, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca: Prof. Rokhmin: Model Agro-maritim Aceh Jaya Bisa Jadi Blueprint Pembangunan Pesisir Nasional

Prof. Rokhmin juga menyoroti pentingnya pelabuhan perikanan berkelas dunia yang terhubung dengan kawasan industri perikanan terpadu, disertai dukungan armada transportasi berpendingin agar hasil tangkapan dapat dipasarkan kapan pun dengan harga yang menguntungkan nelayan.

Selain itu, ia mengusulkan penerapan sistem lelang daring dan dashboard pemantauan nelayan untuk meningkatkan transparansi serta efisiensi. Perlindungan sosial, menurutnya, perlu diperkuat melalui penyediaan mata pencaharian alternatif ketika nelayan tidak dapat melaut akibat cuaca buruk.

Baca: Prof. Rokhmin: Potensi Kelautan Indonesia Besar, Masalahnya Ada di Tata Kelola

Prof. Rokhmin menegaskan integrasi dari tahap produksi hingga pemasaran akan membentuk sistem ekonomi pesisir yang tangguh dan berkelanjutan.

“Penyediaan mata pencaharian alternatif saat nelayan tidak dapat melaut harus menjadi perhatian,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 tersebut.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.