Prof. Rokhmin: Logistik Cerdas Jadi Strategi Pemerataan Ekonomi Nasional

Ilustrasi. Dok AFP

Ikhbar.com: Rektor Universitas UMMI Bogor, Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menempatkan smart logistics (logistik cerdas) sebagai strategi kunci untuk memperkecil ketimpangan pembangunan antarwilayah. Pandangan tersebut disampaikan dalam Seminar Internasional “Advancing Digital Governance, Smart Logistics, and Strategic Communication for Future Hospitality and Public Service Systems” yang digelar Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Dalam forum yang dihadiri akademisi dari berbagai negara, antara lain Dr. Tasente Tanase dari OVIDIUS University of Constanta, Romania, Prof. Dr. Kim Soo Il, Emeritus Professor Busan University of Foreign Studies, South Korea, serta Prof. Dr. Ilham Sentosa, MPA, Ph.D., Senior Lecturer Universiti Kuala Lumpur, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa kemajuan negara bergantung pada efisiensi pergerakan barang, jasa, dan informasi.

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, logistik menentukan apakah pertumbuhan terpusat di wilayah tertentu atau tersebar secara merata.

“Tidak ada bangsa yang dapat menjadi maju dan sejahtera jika pergerakan barang, jasa, dan informasi tetap tidak efisien. Logistik bukan sekadar soal transportasi, melainkan soal pemerataan ekonomi,” ujar Prof. Rokhmin.

Rektor Universitas UMMI Bogor, Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri saat menyampaikan materi dalam Seminar Internasional bertema “Advancing Digital Governance, Smart Logistics, and Strategic Communication for Future Hospitality and Public Service Systems” yang digelar Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Jakarta secara hybrid, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Dok IKHBAR

Baca: Prof. Rokhmin: Digital Governance Fondasi Indonesia Emas 2045

Anggota Komisi IV DPR RI tersebut menyatakan, penurunan biaya logistik membuka akses pasar lebih luas bagi petani, menghadirkan harga yang lebih adil bagi nelayan, serta mendorong daya saing usaha kecil hingga menembus pasar global. Kesenjangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa dapat dipersempit melalui sistem logistik yang terintegrasi dan efisien.

Prof. Rokhmin menjelaskan, smart logistics merupakan integrasi platform digital, pelacakan waktu nyata, analitik prediktif, transportasi hijau, serta rantai pasok otomatis. Sistem ini menghubungkan pusat produksi dengan pusat konsumsi dan pelabuhan ekspor secara efisien sekaligus menekan dampak lingkungan.

“Smart logistics mengintegrasikan platform digital, pelacakan waktu nyata, analitik prediktif, transportasi hijau, dan rantai pasok otomatis,” kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Prof. Rokhmin menambahkan, transformasi logistik perlu diarahkan pada prinsip keberlanjutan. Rantai pasok rendah karbon, pelabuhan hemat energi, pergudangan cerdas, serta model ekonomi sirkular harus menjadi prioritas.

“Kemajuan ekonomi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan keruntuhan ekologis. Ekonomi yang kuat dan lingkungan yang sehat adalah pilar yang saling menguatkan bagi kemakmuran jangka panjang,” tegasnya.

Baca: Prof. Rokhmin Bahas Transformasi Digital bersama Akademisi Eropa dan Asia

Dalam konteks daya saing nasional, Prof. Rokhmin menyebut tata kelola yang efektif berkontribusi terhadap kepastian kebijakan, kredibilitas institusi, dan kualitas pelayanan publik. Negara dengan sistem logistik dan tata kelola yang kuat dinilai lebih siap menarik investasi jangka panjang serta bersaing dalam rantai nilai global.

Prof. Rokhmin juga mengingatkan bahwa transformasi tersebut memerlukan komunikasi strategis untuk membangun kepercayaan publik.

“Gangguan layanan atau informasi yang tidak konsisten di era digital dapat dengan cepat menggerus legitimasi institusi,” katanya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.