Prof. Rokhmin Beberkan Strategi Bangkitkan Ekonomi Mandiri Indonesia

Anggota Komisi IV DR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri saat hadir sebagai pembicara utama dalam diskusi ekonomi bertajuk Bangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api yang digelar di Himas Coffee, Cirebon, Rabu, 25 Maret 2026. Foto: IST

Ikhbar.com: Anggota Komisi IV DR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa penguatan ekonomi nasional membutuhkan langkah nyata agar Indonesia mampu keluar dari tekanan global dan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat hadir sebagai pembicara utama dalam diskusi ekonomi bertajuk Bangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api yang digelar di Himas Coffee, Cirebon, Rabu, 25 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM, pengusaha, pegiat seni, unsur PDI Perjuangan Cirebon, serta tokoh masyarakat Tionghoa setempat sebagai forum berbagi pandangan terkait kondisi ekonomi terkini.

Dalam pemaparannya, ia menilai dinamika global saat ini dipenuhi ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis ekologis, hingga disrupsi teknologi industri 4.0 yang berdampak pada ketidakpastian arah ekonomi dunia.

“Kondisi global saat ini penuh tekanan dan ketidakpastian, sehingga kita harus memperkuat fondasi ekonomi nasional,” ujar Prof. Rokhmin.

Baca: Cara agar Indonesia Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia menurut Prof. Rokhmin

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar, namun daya saing masih tertinggal. Pendapatan per kapita Indonesia masih berada di kisaran 4.900 dolar AS per tahun, sementara negara maju telah melampaui 14.000 dolar AS.

“Kalau kita ingin naik kelas menjadi negara maju, maka pertumbuhan ekonomi tidak boleh stagnan di angka 5 persen,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memerlukan lompatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan target sekitar 7% pada 2028 dan 8% pada 2029.

“Kita butuh akselerasi agar kesejahteraan masyarakat meningkat dan daya saing bangsa semakin kuat,” lanjutnya.

Diskusi juga menghadirkan paparan dari Dennis Firmansjah selaku Presiden Komisaris PT Aditama Finance yang membahas kunci sukses menghadapi 2026 melalui prinsip FAITH. Sejumlah peserta turut menyampaikan berbagai tantangan usaha, transparansi keuangan negara, hingga pentingnya menjaga kredibilitas untuk memperluas akses pembiayaan.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Rokhmin memaparkan strategi jangka pendek yang perlu segera dijalankan.

“Pertama, kita harus menjaga industri yang sudah ada agar tidak gulung tikar melalui stimulus dan penguatan kapasitas usaha,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong sektor ekonomi baru sebagai sumber pertumbuhan masa depan.

Blue economy, green economy, dan ekonomi digital berbasis industri 4.0 harus menjadi penggerak baru ekonomi nasional,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan produktivitas nasional dan penciptaan lapangan kerja layak menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

“Pendapatan masyarakat harus naik agar konsumsi meningkat dan ekonomi bergerak lebih kuat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat jejaring kolaborasi lintas komunitas sekaligus ruang refleksi bersama bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.