Ikhbar.com: Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama sejumlah mitra strategis resmi membuka Foundation of English Language Training (FoELT) Program 2026, sebuah pelatihan intensif bahasa Inggris akademik yang dirancang khusus untuk alumni pondok pesantren.
Program ini bukan sekadar kursus bahasa, melainkan ikhtiar panjang menyiapkan Islamic Studies Scholar yang mampu bersaing di level internasional.
Pendaftaran program dibuka selama lima hari, 17–21 Januari 2026, dan ditujukan bagi alumni pesantren yang memiliki minat kuat di bidang Islamic Studies serta komitmen belajar penuh selama tiga bulan.
FoELT Program dirancang sebagai ruang transisi penting dari tradisi keilmuan pesantren menuju dunia akademik global. Di tengah tuntutan publikasi internasional, studi lanjut ke luar negeri, hingga forum ilmiah dunia, kemampuan bahasa Inggris akademik menjadi syarat mutlak.
Baca: UNESCO-Cina Buka Beasiswa S2–S3 2026, Cek Persyaratannya!
Melalui pelatihan intensif ini, peserta akan dibekali penguatan English Academic Skills, termasuk persiapan IELTS dan TOEFL, sekaligus pembiasaan berpikir kritis dan sistematis dalam konteks keilmuan Islam.
Program ini juga menegaskan satu pesan penting: santri dan alumni pesantren tidak tertinggal, mereka hanya membutuhkan akses dan pendampingan yang tepat.
FoELT Program 2026 terbuka bagi alumni pondok pesantren dengan sejumlah kriteria utama. Peserta diharapkan memiliki latar belakang atau minat pada Islamic Studies, membutuhkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris akademik, serta siap mengikuti program secara penuh selama tiga bulan.
Panitia juga mengutamakan pendaftar yang telah memiliki sertifikat TOEFL ITP, TOEFL Universitas, atau Prediction Test dengan skor minimal 500.
Selain itu, seluruh peserta wajib mengisi Basis Data Terpadu Pendaftar Beasiswa, sebagai bagian dari sistem seleksi dan pemetaan potensi akademik.
Berlangsung pada Februari hingga April 2026, FoELT Program tidak hanya berfokus pada aspek teknis bahasa.
Program ini menjadi ruang pembinaan karakter akademik melatih disiplin belajar, konsistensi riset, serta kesiapan mental menghadapi atmosfer studi global.
Di balik jadwal padat dan target skor bahasa, tersimpan harapan besar lahirnya generasi sarjana Muslim yang mampu berbicara tentang Islam di ruang-ruang ilmiah dunia dengan bahasa yang dipahami secara universal.
FoELT Program 2026 menjadi bukti bahwa pesantren terus beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Tradisi keilmuan klasik tidak ditinggalkan, tetapi diperkuat dengan kompetensi global.
Bagi banyak alumni pesantren, program ini bukan sekadar pelatihan melainkan jembatan mimpi.
Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi nuscholarship.or.id.