Menhaj: Perang Iran-AS tak Ganggu Jadwal Keberangkatan Haji 2026

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), KH Mochamad Irfan Yusuf membuka acara Balik Kerja Bareng BPKH 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/3/2026). Foto: ANTARA/Faizal Falakki

Ikhbar.com: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), KH Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa jadwal keberangkatan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski terjadi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kepastian ini disampaikan untuk memastikan calon jemaah tetap tenang menghadapi dinamika global.

Sosok yang karib disapa Gus Irfan itu menyebut, hingga kini seluruh tahapan persiapan haji berjalan tanpa hambatan berarti. Ia memastikan tidak ada perubahan jadwal yang direncanakan, termasuk keberangkatan awal jamaah.

“Sampai saat ini masih sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan hingga pemberangkatan pada 22 April nanti tidak ada perubahan,” kata Gus Irfan usai menghadiri kegiatan Balik Kerja Bareng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 24 Maret 2026.

Kesiapan layanan bagi jemaah, lanjutnya, telah dirancang secara menyeluruh. Mulai dari penginapan, konsumsi, hingga transportasi telah disiapkan untuk menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan operasional haji dalam kondisi aman dan siap digunakan sesuai perencanaan.

Gus Irfan juga memastikan akses penerbangan menuju Arab Saudi tetap tersedia. Hingga saat ini, tidak ada indikasi gangguan terhadap jalur penerbangan langsung dari Indonesia.

Baca: MUI Minta Pemerintah Tetap Berangkatkan Jemaah Haji 2026

“Kami melihat tidak ada penghentian penerbangan. Masih ada direct flight ke Arab Saudi. Mudah-mudahan tetap aman,” katanya.

Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi terus dilakukan guna memantau perkembangan situasi. Pemerintah Indonesia secara rutin berkomunikasi dengan Kementerian Haji setempat untuk memastikan tidak ada perubahan kebijakan.

“Kami selalu berkomunikasi dengan tim Kementerian Haji Saudi, dan sampai hari ini mereka menyatakan tidak ada perubahan jadwal,” ucapnya.

Terkait kuota, pemerintah tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk alokasi bagi jemaah lanjut usia sebesar 5% dari total kuota nasional.

Pelaksanaan ibadah umrah juga dipastikan tetap berjalan dengan pengawasan ketat, terutama dalam hal kepastian kepulangan jamaah ke Tanah Air.

Pemerintah telah mengumpulkan para penyelenggara perjalanan untuk memastikan seluruh jemaah yang berangkat dapat kembali dengan aman dan sesuai prosedur.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.