Mendikdasmen Batalkan Pembelajaran Daring

Ilustrasi pembelajaran di kelas. Foto: Antara

Ikhbar.com: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Dr. KH Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah usai libur Idulfitri. Keputusan ini sekaligus membatalkan rencana penerapan sistem pembelajaran daring maupun hibrida.

Kiai Mu’ti menyampaikan, hasil rapat lintas kementerian menetapkan proses pembelajaran kembali berjalan normal dengan mempertimbangkan aspek akademik dan pembentukan karakter siswa.

“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” kata Kiai Mu’ti di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.

Baca: Mendikdasmen Siapkan ‘Kado’ untuk Guru pada 28 November 2026, Apa Isinya?

Ia menjelaskan, opsi pembelajaran campuran sempat dibahas sebagai alternatif. Namun, pemerintah menilai metode tersebut belum diperlukan dalam kondisi saat ini.

Pandangan serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Ia memastikan proses belajar siswa tetap berjalan seperti biasa di sekolah.

“Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” kata Pratikno.

Menurutnya, wacana penggunaan sistem hibrida memang sempat mengemuka dalam diskusi internal pemerintah. Namun, fokus utama saat ini adalah menjaga mutu pendidikan secara menyeluruh.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.

Pratikno menambahkan, keberlangsungan pembelajaran tatap muka dinilai penting untuk mencegah penurunan capaian belajar siswa. Pemerintah ingin memastikan kegiatan belajar berlangsung optimal tanpa hambatan.

Ia juga menegaskan layanan publik lain, termasuk sektor kesehatan, tetap berjalan normal selama periode tersebut.

“Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” tegas Pratikno.

Pemerintah memastikan proses pembelajaran di sekolah tetap berlangsung sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.