Menag Raih Penghargaan Tokoh Kerukunan Umat Beragama

Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag

Ikhbar.com: Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar meraih penghargaan sebagai Tokoh Kerukunan Umat Beragama pada kategori Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tertinggi sejak survei digelar pada 2015.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi Kementerian Agama (Kemenag) dalam menjaga serta memperkuat harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Penganugerahan Indoposco yang diterima oleh Staf Khusus Menag Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik, Ismail Cawidu. Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Ke-5 Indoposco yang mengusung tema “Kepak Membawa Dampak”.

Staf Khusus Menag Bidang Pengembangan SDM, Media, dan Komunikasi Publik, Ismail Cawidu, menyampaikan apresiasi kepada Indoposco sekaligus menegaskan pentingnya peran media dalam memperkuat nilai-nilai kerukunan di tengah masyarakat majemuk.

Baca: Prof. Nasar: NU Pesantren Besar Penjaga Akhlak Bangsa

“Terima kasih kepada keluarga besar Indoposco, yang telah membagikan penghargaan sebagai tokoh kerukunan umat beragama di Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada beliau, artinya Indoposco sebenarnya telah ikut berpartisipasi langsung dalam memelihara dan merawat kerukunan,” ungkap Ismail di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

“Mari kita jaga dan terus merawat kerukunan umat beragama di Indonesia dengan cara memelihara rasa persaudaraan sesama anak bangsa, saling menghormati, dan menjunjung tinggi ajaran agama dan keyakinan masing-masing,” ajaknya.

Penghargaan ini didasarkan pada capaian IKUB 2025 yang mencatat skor 77,89, tertinggi dalam sebelas tahun terakhir. Survei IKUB tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia.

Capaian IKUB 2025 tersebut mencerminkan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang terus terjaga di tengah keberagaman, seiring dengan upaya berkelanjutan pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam membangun hubungan antarumat beragama yang harmonis.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.