Menag Minta Kampus Baca Kebutuhan Lapangan Kerja

Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Universitas PTIQ di Caringin, Bogor. Foto: Kemenag

Ikhbar.com: Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya perguruan tinggi membaca dan menyesuaikan arah pendidikan dengan kebutuhan riil lapangan kerja. Kampus diminta tidak sekadar mencetak lulusan dalam jumlah besar, tetapi memastikan kompetensi lulusan relevan dengan peluang kerja agar tidak berujung pada pengangguran terselubung.

Penegasan tersebut disampaikan Menag saat mengingatkan perguruan tinggi agar cermat memetakan kebutuhan dunia kerja sebelum merancang dan membuka program studi baru.

“Jangan sampai kita mencetak lulusan tanpa membaca kebutuhan lapangan kerja. Akibatnya, banyak lulusan yang akhirnya bekerja di sektor informal atau tidak sesuai dengan bidang studinya,” ujar Menag dikutip dari laman Kemenag pada Selasa, 30 Desember 2025.

Menurut Prof. Nasar, dinamika sosial dan perubahan dunia kerja yang semakin kompleks menuntut kampus bersikap adaptif. Evaluasi kurikulum serta analisis sebaran alumni perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengembangan institusi pendidikan tidak stagnan dan mampu merespons kebutuhan masyarakat.

Rektor Universitas PTIQ itu juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai keilmuan dan etika akademik. Akademisi, kata dia, harus menampilkan sikap beradab dan beretika sebagai cerminan tradisi keilmuan para ulama.

Baca: Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik untuk Nataru

“Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab atau civilized society, bukan sekadar masyarakat yang menjalankan pendidikan secara seremonial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menag mendorong perguruan tinggi berani melakukan terobosan dengan meninggalkan pola lama yang kurang relevan. Inovasi dalam merespons kebutuhan sumber daya manusia ke depan dinilai penting agar mutu pendidikan tetap terjaga.

“Keberanian mengambil langkah baru mungkin tidak langsung dipahami, tetapi kontribusi nyatanya akan sangat berarti bagi masa depan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Menag menegaskan bahwa pembenahan pendidikan tinggi harus didukung perencanaan matang, analisis yang kuat, serta kebijakan yang berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan bangsa.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.