KOPRI–Wapres Gibran Bahas Keterlibatan Perempuan Muda di MBG dan Teknologi

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menerima kunjungan KOPRI PB PMII. Foto: Dok. Kopri

Ikhbar.com: Peran perempuan muda dalam agenda strategis nasional menjadi fokus utama audiensi Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Besar PMII dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Pertemuan itu menegaskan posisi KOPRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi dan inovasi.

Audiensi yang digelar Senin, Desember 2026 tersebut membahas keterlibatan aktif kader KOPRI dalam berbagai program prioritas pemerintah. Selain MBG, pembahasan juga mencakup pengembangan kompetensi perempuan muda pada sektor teknologi, sains, dan inovasi yang dinilai krusial menghadapi tantangan masa depan.

Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari, mengatakan pertemuan itu menghasilkan sejumlah arahan langsung dari Wakil Presiden. Arahan tersebut menempatkan KOPRI sebagai organisasi perempuan berbasis kampus dengan jaringan nasional yang memiliki potensi besar dalam agenda pembangunan.

“KOPRI hari ini memiliki kader yang tersebar di 1.670 kampus di seluruh Indonesia, yang seluruhnya merupakan mahasiswa putri. Ini menjadi potensi besar untuk berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan nasional,” ujar Wulan Sari.

Baca: Harlah Ke-58 KOPRI Tekankan Penguatan Peran Perempuan

Dalam pertemuan tersebut, KOPRI PB PMII juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Wakil Presiden RI, atas komitmen dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Menurut Wulan, MBG melibatkan peran signifikan perempuan, terutama pada pengelolaan dapur layanan, sehingga membutuhkan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada perempuan.

Sebagai bentuk dukungan berbasis keilmuan, KOPRI menyerahkan Jurnal KOPRI kepada Wakil Presiden. Jurnal tersebut berisi kumpulan karya ilmiah kader KOPRI yang mengulas Program MBG dari berbagai sudut pandang, mulai dari pengembangan aplikasi, sistem pengawasan, hingga riset lapangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Jurnal ini merupakan kontribusi intelektual kader KOPRI untuk mendukung sekaligus mengawal program pemerintah secara berbasis riset dan data,” jelas Wulan.

Wulan juga mengungkapkan bahwa Wakil Presiden mendorong KOPRI tampil sebagai garda terdepan organisasi perempuan muda dalam pengembangan kompetensi generasi muda. Fokus penguatan diarahkan pada bidang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, coding, serta keilmuan STEM yang relevan dengan perkembangan teknologi global.

Arahan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi yang lebih erat antara Wakil Presiden dan KOPRI PB PMII. Salah satu rencana konkret ialah kehadiran Wakil Presiden dalam agenda besar KOPRI pada Februari 2026 yang melibatkan santri dan mahasiswa se-Jabodetabek.

Pada aspek advokasi, Wakil Presiden juga mengafirmasi peran KOPRI dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus dan masyarakat. Selain itu, KOPRI dinilai siap dilibatkan dalam program pencegahan stunting bagi perempuan dan anak.

“Harapan beliau, KOPRI sebagai organisasi perempuan muda mampu melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat, terampil, dan memiliki wawasan yang luas,” kata Wulan.

Dukungan pemerintah turut mengalir pada Program KOPRI Magang sebagai sarana peningkatan kapasitas kader dan mahasiswa. Wakil Presiden mendorong penyediaan lokasi magang strategis bagi kader KOPRI agar selaras dengan program pemerintah dan berdampak langsung pada peningkatan kompetensi generasi muda.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.