Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Dr. KH Maman Imanulhaq meminta pemerintah untuk memastikan jemaah haji 2026 mendapat pelayanan dan perlindungan yang baik.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu menegaskan bahwa negara harus hadir di setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini dilakukan agar jemaah memperoleh pelayanan yang baik dan perlindungan yang memadai.
“Kami memastikan bahwa negara hadir dalam setiap tahapan haji. Pengawasan terus dilakukan agar jemaah mendapatkan pelayanan terbaik dan bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya Kiai Maman pada Senin, 6 April 2026 di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka.
Kiai Maman mengingatkan calon jemaah haji agar mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kesiapan mental. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti manasik haji secara serius sebagai bekal utama dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), KH Mochamad Irfan Yusuf memastikan pelaksanaan Haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Kepastian ini disampaikan usai kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten Majalengka di Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Senin, 6 Maret 2026.
Baca: Kiai Maman: Allah Kabulkan Doa Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan
Ia menyebut pemerintah berkomitmen dalam menjamin keamanan serta keselamatan jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak.
“Koordinasi ini terus kita jaga agar setiap perkembangan bisa segera direspons. Semua pihak bergerak bersama untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Komunikasi aktif dilakukan dengan Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri, KBRI di Arab Saudi, hingga seluruh unsur panitia penyelenggara haji. Menurutnya, sinyal positif dari Arab Saudi menjadi indikator bahwa pelaksanaan haji berjalan tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah, sampai hari ini situasinya masih kondusif. Kita mendapat kepastian bahwa pelaksanaan haji tetap berjalan, dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah skenario sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dinamika di lapangan. Tidak hanya satu rencana, tetapi beberapa alternatif telah disusun dan dikoordinasikan bersama DPR RI.
“Kita tidak hanya menyiapkan satu rencana, tapi beberapa opsi sekaligus. Semua sudah dikoordinasikan dengan Komisi VIII DPR RI agar pelaksanaannya tetap terkendali dalam berbagai kondisi,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Bupati Eman Suherman menyampaikan kesiapan daerah dalam membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, termasuk dalam proses pendampingan jemaah sejak dari daerah.
“Kami berharap seluruh jemaah haji asal Majalengka dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.
Pemerintah memastikan kuota Haji 2026 tetap sebanyak 221.000 jemaah sesuai ketetapan yang telah disepakati.