Kemenhaj Imbau Calhaj tidak Gelar Syukuran Haji Berlebihan

Ilustrasi walimatus sadar. Foto: Antara

Ikhbar.com: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau agar calon jemaah haji tidak menggelar walimatus safar atau syukuran haji secara berlebihan. Pasalnya, kegiatan tersebut berisiko menguras stamina pada fase penting persiapan keberangkatan. Penekanan ini sejalan dengan upaya menjaga kebugaran jemaah agar siap menjalani rangkaian ibadah haji sejak hari pertama.

Peringatan tersebut muncul setelah adanya temuan kasus kelelahan ekstrem pada jemaah saat proses keberangkatan, bahkan sebagian berujung pada kondisi fatal. Praktik syukuran yang berlangsung berhari-hari dinilai memperbesar risiko gangguan kesehatan menjelang perjalanan panjang ke Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyampaikan bahwa walimatus safar idealnya dilaksanakan paling lambat satu minggu sebelum keberangkatan. Jeda waktu itu diperlukan agar tubuh memiliki kesempatan memulihkan kondisi sekaligus mematangkan persiapan perjalanan ibadah.

Baca: Kemenhaj Percepat Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Haji 2026

“Kami minta adalah tolong walimatus safar itu dilakukan maksimal 1 minggu sebelum keberangkatan. Maksimal. Jangan lebih dari itu,” ujar Liliek di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa, 13 Januari 2026, malam.

Menurut Liliek, imbauan tersebut bukan hanya ditujukan kepada calon jemaah, melainkan juga masyarakat yang hendak bersilaturahmi. Ia menegaskan bahwa syukuran haji bukan kewajiban maupun ibadah sunah yang harus dilakukan, sehingga tidak perlu dilaksanakan secara berlebihan.

Ia mencontohkan kasus jemaah yang wafat saat proses keberangkatan setelah mengalami kelelahan berat, yang diduga dipicu rangkaian syukuran panjang dan melelahkan.

“Sampai di pesawat dia kelelahan, dia mau ke toilet, enggak sempat nunggu akhirnya bisa jadi enggak tertolong,” katanya.

Selain pembatasan aktivitas sosial, Liliek mengingatkan pentingnya persiapan fisik sejak dini melalui olahraga ringan secara rutin. Pola makan juga perlu dikendalikan untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

“Makan dijaga, kurangi gula, garam, dan lemak. Makan jangan terlalu banyak, secukupnya saja. Kemudian tidur, istirahat yang cukup,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi cuaca panas yang akan dihadapi jemaah selama beribadah di Arab Saudi. Pembatasan aktivitas luar ruangan pada siang hari serta penggunaan alat pelindung diri menjadi langkah antisipasi yang dianjurkan.

“Pakai masker, bawa semprotan air, setiap rasanya kering langsung semprot,” ucapnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.