Ikhbar.com: Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Dr. KH Muchlis M. Hanafi mengatakan pelayanan bagi para pemudik melalui program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya hifz al-nafs alias menjaga keselamatan jiwa dalam perspektif syariat Islam. Prinsip tersebut merupakan salah satu tujuan utama maqashid al-syari’ah, yakni melindungi kehidupan manusia.
Menurut Kiai Muchlis, penyediaan tempat singgah bagi pemudik di masjid merupakan ikhtiar konkret untuk memastikan para musafir dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan kondisi tubuh yang lebih baik, risiko kecelakaan di perjalanan dapat ditekan.
“Menyediakan tempat istirahat dan berbagai fasilitas bagi pemudik adalah bagian dari upaya menjaga keselamatan jiwa. Melayani musafir bagian dari Hifz al-Nafs. Dengan beristirahat sejenak, mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih aman dan selamat hingga sampai ke tujuan,” ujarnya.
Baca: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Layani Mudik Lebaran 2026
Ia menambahkan bahwa perjalanan memiliki tantangan tersendiri bagi para musafir. Kiai Muchlis mengutip hadis Nabi Muhammad Saw yang menyebut perjalanan sebagai “qith‘ah min al-‘adzab” atau sepotong dari azab, karena beratnya kesulitan yang dihadapi selama perjalanan.
Karena itu, ia menilai kepedulian terhadap para pemudik menjadi bagian dari tanggung jawab sosial umat Islam untuk saling membantu dan meringankan beban sesama.
“Melayani pemudik bukan sekadar kegiatan operasional. Ini adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan, sosial, dan kemanusiaan kita,” katanya.
Kiai Muchlis juga mengingatkan para penyuluh agama dan relawan yang terlibat agar menjalankan pelayanan tersebut dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, membantu musafir juga merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah Swt.
“Jangan berkecil hati jika pada sepuluh hari terakhir Ramadan nanti tidak bisa sepenuhnya beribadah di masjid karena harus melayani para pemudik. Membantu sesama yang sedang dalam perjalanan juga merupakan bagian dari ibadah yg sangat mulia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Menurutnya, pelayanan terhadap musafir menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, terlebih doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab.
Program Masjid Ramah Pemudik mulai dijalankan di berbagai wilayah. Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdapat tiga masjid yang membuka layanan selama 24 jam bagi pemudik, salah satunya Masjid Besar Al-Hidayah di Cikarang Barat.
Operasional layanan di masjid tersebut mulai dibuka pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program nasional Masjid Ramah Pemudik yang sebelumnya diluncurkan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo KH Muhammad Syafii, di kantor pusat Kemenag, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kiai Muchlis menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan keagamaan yang langsung dirasakan masyarakat, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan mudik menjelang Idulfitri.
“Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan keagamaan yang nyata dirasakan masyarakat. Kita ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan aman, nyaman, dan melanjutkan perjalanan dalam kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program tersebut juga dimaksudkan untuk menguatkan kembali fungsi sosial masjid sebagai ruang pelayanan umat.
“Masjid sejak awal sejarah Islam bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat pelayanan umat. Melalui program ini, kita ingin mengembalikan fungsi sosial masjid sebagai tempat yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan pembukaan layanan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam, Camat Cikarang Barat, Kapolsek Cikarang Barat, Ketua Umum IPARI Kabupaten Bekasi, para kepala KUA, penyuluh agama Islam, serta para penghulu di wilayah Kabupaten Bekasi.
Masjid Besar Al-Hidayah menjadi salah satu dari tiga titik layanan Masjid Ramah Pemudik di Kabupaten Bekasi. Dua masjid lainnya yang juga menyediakan layanan serupa adalah Masjid Jami Darussa’adah dan Masjid Jami Al-Barkah.
Para pemudik dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas yang disediakan di masjid, seperti tempat ibadah, ruang istirahat, layanan kesehatan, takjil untuk berbuka puasa, konsultasi keagamaan bagi musafir, hingga dukungan kebutuhan perjalanan seperti pengisian bahan bakar dan logistik sederhana.
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari gerakan nasional Kemenag yang melibatkan ribuan masjid di berbagai daerah sebagai titik layanan singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat.