Ikhbar.com: Kelompok pejuang Palestina Hamas meminta Iran menghentikan serangan yang mengarah ke negara-negara Arab di kawasan Teluk. Seruan tersebut disampaikan saat konflik kawasan meningkat setelah aksi militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Teheran.
Hamas tetap menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan yang mereka anggap sebagai agresi. Namun organisasi tersebut mengingatkan agar respons militer tidak menyasar negara-negara tetangga yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
“Sambil menegaskan hak Republik Islam Iran untuk menanggapi agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, gerakan ini menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga,” kata Hamas dalam pernyataan yang dikutip dari Al Arabiya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Situasi keamanan di kawasan Teluk memanas setelah Qatar melaporkan pencegatan dua rudal pada Sabtu, 14 Maret 2026. Ledakan terdengar di ibu kota Doha, sementara aparat keamanan melakukan evakuasi di sejumlah lokasi strategis.
Baca: Iran Minta Negara Timur Tengah Bersatu Lawan AS-Israel
Sejumlah wartawan Agence France-Presse melaporkan pencegat pertahanan udara terlihat menembak jatuh dua proyektil di kawasan pusat kota. Peristiwa itu terjadi saat Iran melanjutkan serangan balasan di wilayah Teluk.
Pihak Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan militernya berhasil menggagalkan rudal yang diarahkan ke wilayah negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui dua unggahan resmi pada hari yang sama.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Qatar menyampaikan bahwa beberapa area penting telah dikosongkan sementara untuk menjaga keselamatan publik. Langkah tersebut dilakukan hingga situasi dinilai aman.
Di distrik Musheireb, sejumlah warga menerima peringatan melalui telepon yang meminta mereka meninggalkan lokasi secepat mungkin dan mencari tempat aman terdekat. Area tersebut merupakan pusat aktivitas bisnis dan pemerintahan di ibu kota Qatar.
Puluhan warga dan tamu hotel di kawasan itu bergegas menuju tempat parkir bawah tanah untuk berlindung, sebagaimana disaksikan jurnalis AFP di lapangan. Aparat penegak hukum juga terlihat berjaga di jalan-jalan sekitar.
Kawasan Musheireb diketahui menjadi lokasi kantor perwakilan sejumlah perusahaan teknologi Amerika Serikat, termasuk Google dan American Express, serta beberapa kantor pemerintahan Qatar.
Pengamanan juga diperketat di wilayah Lusail, di utara Doha. Polisi ditempatkan di pintu masuk kantor pusat perusahaan teknologi Microsoft yang berada di kawasan tersebut.
Militer Iran sebelumnya menyatakan akan menyerang kepentingan ekonomi Amerika Serikat dan Israel di kawasan, termasuk lembaga perbankan. Media Iran bahkan menyebut perusahaan teknologi sebagai kemungkinan sasaran di masa mendatang.
Di wilayah Al-Gharafa, dekat kedutaan besar Amerika Serikat, sejumlah warga juga menerima pesan evakuasi. Langkah pengamanan ini mengikuti insiden sebelumnya ketika bangunan di sekitar misi diplomatik AS di Doha sempat dikosongkan pada Kamis, 5 Maret 2026 setelah muncul ancaman serangan.
Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Sejumlah serangan yang dilancarkan Teheran menargetkan aset Amerika, tetapi juga berdampak pada infrastruktur sipil di beberapa negara tetangga.
Insiden lain terjadi di Sohar, Oman, ketika dua drone jatuh pada Jumat, 13 Maret 2026. Kantor berita resmi Oman melaporkan kejadian itu menyebabkan dua orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka.
“Sebuah sumber keamanan melaporkan bahwa dua drone jatuh di kota Sohar, satu di Kawasan Industri al-Awahi, mengakibatkan kematian dua ekspatriat dan beberapa luka-luka,” kata laporan tersebut.
Drone lain dilaporkan jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa. Otoritas setempat menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui asal perangkat tersebut.
“Pihak berwenang yang bertanggung jawab terus menangani kedua insiden tersebut dan sedang menyelidikinya,” demikian isi laporan tersebut.
Sejak Jumat, 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan terhadap kepentingan Israel dan AS di kawasan, termasuk penggunaan drone dan rudal yang turut berdampak pada negara-negara sekitar.