Baznas Perkuat Literasi Zakat lewat Gim Edukasi Digital

Tampilan Program Cendekia Digital Akademi (CDA) binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. Foto: Baznas RI

Ikhbar.com: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperkuat peran pendidikan dengan meluncurkan Program Cendekia Digital Akademi (CDA), sebagai inovasi pembelajaran berbasis gim edukasi digital.

Program ini dirancang untuk mendorong penguatan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan gamifikasi, yang mencakup berbagai mata pelajaran sekaligus literasi zakat.

Melalui CDA, Baznas menghadirkan pendekatan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda akan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan.

Inisiatif ini menegaskan komitmen Baznas dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menjelaskan bahwa CDA menjadi respons konkret atas pesatnya transformasi digital, khususnya di sektor pendidikan.

Menurutnya, integrasi unsur bermain dan belajar dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan mudah diterima generasi muda.

“Cendekia Digital Academy ini merupakan salah satu upaya Baznas untuk mengenalkan konsep smart play dan smart giving, yakni melalui kolaborasi gim edukasi bagi generasi peduli. Bagi Baznas, program ini penting karena kehadiran Baznas sejatinya untuk menumbuhkan kepedulian sosial,” ujar Rizaludin Kurniawan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama agar proses pembelajaran mampu menjangkau anak muda secara lebih luas.

Baca: Baznas Buka Lomba Nasional HUT ke-25, Catat Jadwal dan Kategorinya!

“Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk menjangkau generasi muda dengan metode pembelajaran yang lebih ada,” katanya.

Peluncuran Program Cendekia Digital Akademi juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Baznas. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan kembali komitmen lembaga dalam menyalurkan dana zakat secara berkelanjutan di sektor pendidikan sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat.

“Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat. Tidak hanya membantu siswa agar dapat bersekolah, Baznas juga berupaya memberdayakan para guru dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya melalui pendampingan. Inilah terobosan yang ingin terus kami dorong pada usia Baznas yang ke-25 ini,” tutur Rizaludin.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa CDA tidak hanya ditujukan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kompetensi guru, terutama dalam literasi zakat, peningkatan kesadaran berzakat, serta penguatan materi pembelajaran lainnya.

“Dengan langkah-langkah ini kami berharap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dapat terus tumbuh, melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berjiwa peduli,” kata Rizaludin Kurniawan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.