Ikhbar.com: Amerika Serikat (AS) menyetujui pemenuhan sertifikasi halal Indonesia bagi produk-produknya setelah melalui rangkaian lobi dan perundingan intensif yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Kesepakatan ini menegaskan pengakuan AS terhadap kebijakan halal Indonesia sebagai prasyarat penting akses pasar.
Kepala BPJPH, Ustaz Ahmad Haikal Hassan mengungkapkan, langkah proaktif dilakukan dengan mendatangi langsung Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Upaya tersebut mendapat sambutan positif meski proses dialog berlangsung ketat dan memerlukan keteguhan sikap dari kedua pihak.
“Saya datang 26 jam mengunjungi Bapak, itu karena kami membawa message bahwa hubungan kita harus lebih baik,” ujar sosok yang akrab disapa Babe Haikal pada Rabu, 28 Januari 2026.
Baca: BPJPH Terbitkan 1,1 Juta Sertifikat Halal Gratis Sepanjang 2025
Menurut Babe Haikal, kesepakatan tercapai setelah tujuh kali pertemuan resmi yang diwarnai diskusi mendalam, termasuk beberapa jamuan makan bersama. Rangkaian komunikasi tersebut menjadi titik balik tercapainya persetujuan.
“Lalu kemudian kita ada empat kali jumpa, sampai tiga kali dinner. Tujuh kali kami berdiskusi dan akhirnya beritanya sangat menggembirakan buat kita,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pendekatan yang menekankan saling menghormati kebijakan nasional menjadi kunci. AS, kata Haikal, akhirnya memahami bahwa kepatuhan terhadap sertifikasi halal merupakan syarat mutlak untuk memperluas penjualan produk di pasar Indonesia.
“Kalau punya aturan sendiri we get no deal saya bilang,” tegasnya.
Dalam proses negosiasi, Babe Haikal juga menekankan karakter Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, sehingga standar halal menjadi faktor utama penerimaan produk pangan.
“Kalau produk Anda itu tidak halal, Anda tidak bisa ke negara Teluk, Indonesia, Malaysia, Brunei,” terang Babe Haikal.
BPJPH mencatat, saat ini terdapat lima lembaga di AS yang telah terakreditasi dan memiliki Mutual Recognition Agreement (MRA) untuk membantu proses sertifikasi halal Indonesia.
Kelima lembaga yang dimaksud yakni American Halal Foundation (AHF), Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA), Islamic Services of America (ISA), Islamic Society of Washington (ISWA), serta Halal Transaction of Omaha (HTO).
Babe Haikal menambahkan, sebanyak 84 perusahaan asal AS telah menyatakan kesiapan mematuhi ketentuan sertifikasi halal Indonesia dan siap memperluas kerja sama dagang.
“Mendatangkan 84 perusahaan terbesar Amerika di bidang halal ini untuk datang ke Indonesia. Artinya kita menerima produk mereka dan mereka itu sudah mematuhi. 84 itu mengatakan, ‘Yes kami halal’,” ucapnya.
Komitmen serupa sebelumnya ditegaskan Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA). Penasihat Pertanian Dinas Pertanian Luar Negeri USDA, Lisa Ahramjian, menyatakan pihaknya bekerja erat dengan BPJPH dalam memastikan kepatuhan halal produk pertanian AS.
“Terkait halal, kantor kami bekerja sangat erat dengan BPJPH. Dan tentu saja, produk-produk dari Amerika Serikat selalu berupaya untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPJPH,” kata Ahramjian.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, USDA akan menggelar festival “Rasa Amerika” di Mal Sarinah, Jakarta, pada Jumat–Sabtu, 31 Januari–1 Februari 2026, dengan menampilkan 13 komoditas pertanian AS.
Selanjutnya, Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg bersama delegasi USDA Agribusiness Trade Mission dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada Ahad–Rabu, 2–5 Februari 2026, dengan membawa sekitar 85 perusahaan dan perwakilan industri untuk menjajaki peluang perdagangan dan kemitraan, termasuk peningkatan pasokan produk AS yang telah tersertifikasi halal ke Indonesia.