Ikhbar.com: Pemerintah Arab Saudi berencana menerbitkan paspor khusus untuk unta sebagai bagian dari upaya pengelolaan ternak nasional yang lebih tertib dan terdata. Kebijakan ini ditujukan untuk jutaan unta yang tersebar di berbagai wilayah Kerajaan, mengingat hewan tersebut memiliki nilai ekonomi, budaya, dan historis yang tinggi.
Inisiatif penerbitan paspor unta diumumkan Kerajaan Arab Saudi guna memperkuat sistem identifikasi dan perlindungan kepemilikan hewan. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap pengelolaan populasi unta dapat dilakukan secara lebih efisien dan terorganisasi.
Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi menyatakan bahwa program paspor unta akan meningkatkan produktivitas sektor peternakan sekaligus membangun basis data yang akurat dan dapat diandalkan. Data tersebut akan menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan, perdagangan, dan perawatan kesehatan unta.
Melalui unggahan resmi di media sosial, kementerian menampilkan contoh paspor unta berupa dokumen berwarna hijau dengan lambang negara serta ilustrasi unta berwarna emas. Dokumen tersebut dirancang menyerupai paspor resmi dengan fitur identifikasi lengkap.
Kementerian menjelaskan bahwa paspor unta berfungsi sebagai dokumen identitas menyeluruh. Informasi yang tercantum meliputi nomor mikrocip, nomor paspor, nama unta, tanggal lahir, ras, jenis kelamin, warna, tempat lahir, serta tanggal dan lokasi penerbitan. Paspor tersebut juga dilengkapi foto unta dari kedua sisi guna memastikan identifikasi yang akurat.
Selain itu, dokumen ini memuat tabel khusus vaksinasi yang mencatat riwayat imunisasi hewan secara rinci dan disahkan oleh dokter hewan.
Baca: Berhadiah hingga Rp300 Juta, Balap Unta di Saudi Banyak Diikuti Joki Perempuan
“Paspor tersebut akan berkontribusi pada pengorganisasian operasi penjualan dan perdagangan dengan mengatur perdagangan dan transportasi, memastikan dokumentasi resmi, melindungi hak pemilik, dan memfasilitasi bukti kepemilikan,” tulis laporan Al Ekhbariya pada Kamis, 5 Februari 2026.
Berdasarkan data sensus yang dirilis pada Juni 2025, Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian mencatat jumlah unta di Arab Saudi mencapai 2.235.297 ekor. Kerajaan termasuk salah satu negara dengan populasi unta terbesar di dunia, dengan perkiraan sekitar 80.000 pemilik unta berdasarkan data tidak resmi.
Unta selama berabad-abad menjadi moda transportasi penting di Arab Saudi sekaligus simbol status sosial bagi pemiliknya. Peran tersebut turut mendorong berkembangnya industri peternakan unta yang bernilai ekonomi tinggi.
Arab Saudi juga rutin menggelar festival dan kontes kecantikan unta tahunan. Dalam ajang tersebut, para pecinta unta rela mengeluarkan dana besar untuk hewan andalan mereka. Namun, persaingan ketat juga memicu praktik-praktik tidak bertanggung jawab yang merusak penampilan alami unta.
Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas setempat memperketat pengawasan terhadap praktik manipulasi fisik unta, seperti pengubahan bentuk bibir dan punuk, yang dinilai melanggar ketentuan. Langkah tegas ini diambil untuk menjaga keaslian dan kesehatan hewan.
Unta telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Semenanjung Arab selama ribuan tahun. Penelitian yang dipublikasikan pada 2021 menunjukkan bahwa ukiran unta dan kuda berukuran asli yang ditemukan di permukaan batu di Arab Saudi diperkirakan berusia sekitar 7.000 tahun.