Ikhbar.com: Festival Musik yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menjadi sorotan. Dua band muda asal Lampung, Anti Orbit dan Deebaya tampil memukau dengan merilis single terbaru mereka di panggung festival akbar tersebut.
Ajang ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi bagi musisi independen untuk memperkenalkan karya orisinal sekaligus memperkuat ekosistem seni di Lampung.
Band surf-rock Anti Orbit memperkenalkan single kedua berjudul “Kabut dan Senja”. Lagu ini menghadirkan nuansa unik melalui perpaduan surf-rock yang khas dengan melodi bercorak Arabik atau Timur Tengah.

Dengan aransemen yang memadukan atmosfer laut dan gurun, karya ini menghadirkan suasana modern sekaligus tradisional. “Kabut dan Senja” bukan hanya lagu, melainkan eksperimen artistik yang memperlihatkan bagaimana musik surf dapat diperkaya dengan lintas budaya untuk menciptakan warna baru.
Berbeda dengan Anti Orbit yang penuh dinamika, band reggae Deebaya menampilkan single “Pelangi” dengan nuansa tenang dan menyejukkan.
Baca: Mengapa Tubuh sering Refleks Bergerak saat Mendengar Musik? Ini Jawabannya
Dengan irama reggae lembut, bass mendalam, serta ketukan drum yang ringan, “Pelangi” mengajak pendengar merasakan kedamaian layaknya senja setelah hujan. Vokal yang mengalir tenang semakin memperkuat karakter Deebaya sebagai band yang mengedepankan kesederhanaan dan pesan-pesan positif.
Kolaborasi musik dan sastra Lampung
Kedua single tersebut berakar dari puisi karya sastrawan Lampung, Ikhtiar P. Pratama. Puisi “Kabut dan Senja” diterjemahkan Anti Orbit menjadi musik melankolis penuh misteri, sedangkan “Pelangi” diolah Deebaya menjadi lagu reggae yang hangat.

Adaptasi ini membuktikan bahwa seni tidak mengenal batas medium. Kata-kata dalam puisi mampu hidup dalam musik, sementara musik memperluas resonansi makna puisi. Kolaborasi ini memperlihatkan kekayaan ekosistem seni Lampung, di mana sastra dan musik saling menghidupi.
Anti Orbit dan Deebaya merupakan bagian dari Komunitas Seni Lima Rasa, wadah kreatif yang berfokus pada pengembangan seni lintas disiplin di Lampung. Komunitas ini aktif memberikan ruang bagi musisi muda untuk bereksplorasi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya orisinal yang berakar pada nilai lokal.
Keikutsertaan kedua band di Festival UKMBS Darmajaya membuktikan bahwa komunitas seni memiliki peran penting dalam membangun ekosistem musik independen di Lampung.
Festival Musik UKMBS Darmajaya
Festival Musik UKMBS Darmajaya telah menjadi salah satu ajang paling ditunggu musisi kampus dan komunitas seni di Lampung. Selain sebagai panggung hiburan, festival ini juga menjadi laboratorium kreatif yang mendorong generasi muda untuk terus berkarya.
Hadirnya “Kabut dan Senja” dari Anti Orbit serta “Pelangi” dari Deebaya menegaskan bahwa Lampung memiliki talenta muda yang berani bereksperimen, menggabungkan tradisi dengan modernitas, serta menjalin kolaborasi lintas disiplin.
Momentum ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi musisi dan sastrawan lain untuk terus berkarya, sehingga Lampung semakin dikenal sebagai salah satu pusat kreativitas musik dan seni di Indonesia.