Ikhbar.com: Dua sekolah milik Muhammadiyah sukses menyabet predikat terbaik tingkat nasional. Prestasi tersebut menegaskan posisi sekolah Muhammadiyah sebagai rujukan pendidikan unggulan bagi orangtua menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Dua sekolah Muhammadiyah tersebut meraih predikat terbaik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang dikelola Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
SIMT menjadi basis data resmi nasional yang merekam capaian prestasi sekolah dan perguruan tinggi dari berbagai ajang nasional maupun internasional yang telah melalui proses kurasi ketat.
Penilaian prestasi dilakukan dengan mengacu pada tiga bidang utama, yakni sains dan inovasi, budaya dan seni, serta olahraga. Hingga kini, Puspresnas mengakui sedikitnya 285 ajang nasional dan internasional sebagai rujukan penilaian kinerja prestasi pendidikan.
Pada jenjang sekolah dasar, SD Muhammadiyah Condongcatur, Yogyakarta, menempati peringkat pertama sebagai SD paling berprestasi di Indonesia. Sekolah ini menunjukkan peningkatan capaian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun secara berkelanjutan, bukan diraih secara instan.
Baca: Ketum PP Muhammadiyah: Isra Mikraj Harus Lahirkan Kesalehan Sosial
“Mulai dari perencanaan program unggulan, pengelolaan administrasi yang rapi, guru pembimbing yang kompeten, siswa yang tekun berlatih, hingga dukungan orangtua, semuanya saling terhubung,” ujarnya, dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Sekolah tersebut mengusung visi Sekolah Para Juara sebagai fondasi pembentukan karakter kompetitif dan percaya diri bagi peserta didik.
“Kami ingin siswa terbiasa berkompetisi dan percaya diri bersaing dengan sekolah lain. Karena itu, visi ‘Sekolah Para Juara’ bukan sekadar slogan,” tambah Sulasmi.
Berdasarkan data SIMT, akselerasi prestasi SD Muhammadiyah Condongcatur mulai terlihat sejak 2023. Capaian tertinggi terjadi pada 2025 dengan perolehan 289 prestasi dalam satu tahun, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sulasmi berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah lainnya agar terus konsisten membangun budaya prestasi.
“Harapan kami, bukan hanya Condongcatur atau Sapen yang maju, tapi seluruh sekolah Muhammadiyah bisa menjadi pilihan utama masyarakat dan menjadi gudangnya prestasi bagi penerus bangsa,” tuturnya.
Sebaran prestasi Semester I Tahun Ajaran 2025/2026 menunjukkan mayoritas capaian diraih pada level internasional dengan 537 prestasi. Sementara itu, prestasi tingkat provinsi tercatat 127 capaian, nasional 63 prestasi, regional 92 prestasi, kabupaten 52 prestasi, dan kecamatan 17 prestasi.
Sementara pada jenjang SMA, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Jawa Tengah, juga masuk jajaran sekolah terbaik nasional. Sekolah ini mulai aktif memanfaatkan sistem kurasi prestasi dan SIMT sejak 2023.
Pada tahap awal, dua siswa SMA Trensains, Muhammad Azhar Aziz dan Ahmad Yasser Aulia Tanjung dari tim Zeolite Generation, tercatat dalam SIMT usai meraih Medali Perunggu Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022. Sejak saat itu, sekolah secara intensif mendalami dan menindaklanjuti sistem kurasi prestasi.
“Peningkatan prestasi setiap tahun meningkat pesat. Tahun ajaran ini (2024–2025), Trensains memperoleh 647 prestasi di semester ganjil,” ujar Penanggung Jawab Bidang Prestasi SMA Trensains, Yesi Yuliani, dikutip dari laman resmi sekolah.
Data menunjukkan, pada tahun ajaran 2022–2023, SMA Trensains meraih 429 prestasi. Jumlah tersebut melonjak menjadi 916 prestasi pada tahun ajaran 2023–2024. Hingga pertengahan tahun ajaran 2024–2025, prestasi yang diraih telah mencapai 647 capaian dan masih berpotensi bertambah.
Pemanfaatan kurasi prestasi juga berdampak pada akses beasiswa. Pada 2023, SMA Trensains untuk pertama kalinya mengikuti seleksi Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri, dengan salah satu syarat utama prestasi yang telah terkurasi Puspresnas. Hasilnya, delapan siswa lolos seleksi administrasi, dua di antaranya berhasil menjadi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.
Selain itu, dua alumni SMA Trensains juga tercatat lolos seleksi administrasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dengan memanfaatkan prestasi terkurasi Puspresnas.
Capaian prestasi turut berdampak pada peningkatan kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pada 2023, enam dari 22 siswa lolos SNBP. Tahun 2024, lima dari 21 siswa dinyatakan lolos. Sementara pada 2025, sebanyak 13 dari 25 siswa atau 52 persen siswa eligible berhasil lolos SNBP di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Dengan potensi tersebut, Tim SMA Trensains semakin intensif mengajukan kurasi prestasi siswa. Pada SNBP 2024 dan 2025, setiap siswa eligible melampirkan tiga prestasi terbaiknya, dengan sekitar 90 persen di antaranya telah terkurasi Puspresnas. Hasilnya, 13 siswa dinyatakan lolos SNBP 2025.