Ikhbar.com: Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 100 calon Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Peserta berasal dari berbagai daerah dan mengikuti kegiatan tersebut di Jakarta.
Para peserta didorong membangun sinergi lintas sektor dengan dinas pendidikan, perguruan tinggi, serta satuan pendidikan guna memperkuat pembinaan remaja melalui program BRUS.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga diperlukan agar pembinaan remaja berlangsung efektif, terencana, serta berkesinambungan.
“Fasilitator BRUS diharapkan mampu bekerja sama dengan dinas pendidikan, perguruan tinggi, sekolah, serta para pemangku kepentingan terkait. Sinergi tersebut menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045 yang berawal dari penguatan keluarga,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Baca: Kemenag Pamerkan Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Mesir
Abu Rokhmad menilai kerja sama dengan institusi pendidikan akan menjadikan pelaksanaan BRUS lebih terarah dan sistematis. Peserta didik usia sekolah perlu memperoleh pembekalan sejak awal sebagai dasar pembentukan karakter sebelum memasuki kehidupan berkeluarga pada masa mendatang.
Abu Rokhmad juga menegaskan perlunya pendidikan menyeluruh bagi kalangan muda agar mampu merespons persoalan sosial yang kian beragam, khususnya pada era digital.
“Generasi muda perlu memiliki pemahaman menyeluruh agar tidak mudah terjerumus ke berbagai bentuk perilaku berisiko, antara lain pergaulan bebas, tindak kekerasan, penyalahgunaan platform digital, serta masalah kesehatan reproduksi,” katanya.
“Program BRUS membantu peserta mengenali potensi diri, mengelola emosi maupun konflik, lalu menentukan pilihan secara bertanggung jawab,” sambung Abu Rokhmad.
Menurut Abu Rokhmad, kemitraan dengan dinas pendidikan serta sekolah akan membuat materi BRUS lebih selaras dengan kebutuhan generasi saat ini, sekaligus menegaskan peran fasilitator sebagai pendamping utama peserta didik di lingkungan pendidikan.
Baca: Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H
“Ketika fasilitator berkolaborasi dengan sekolah serta pihak terkait lainnya, manfaatnya dirasakan oleh keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat luas,” tegas Abu Rokhmad.
Kemenag berharap kegiatan Bimbingan Teknis tersebut melahirkan fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan BRUS yang mampu menjadi penggerak pembinaan generasi muda di daerah masing-masing sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh serta berdaya saing.