Ikhbar.com: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku pihaknya dan Iran tengah menjalin komunikasi yang disebutnya berjalan sangat baik. Tindakan itu dilakukan untuk meredakan konflik Timur Tengah yang sudah berlangsung selama tiga pekan.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan media sosial pada Senin, 23 Matet 2026 waktu AS. Trump menyebut Washington dan Teheran melakukan pembicaraan yang berjalan lancar dalam dua hari terakhir, dengan tujuan mencapai penyelesaian penuh atas ketegangan yang terjadi.
Ia juga mengaku telah meminta Pentagon menunda sementara rencana serangan terhadap fasilitas listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. Penundaan tersebut bergantung pada perkembangan hasil pembicaraan yang masih berlangsung.
Baca: Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri dan Apresiasi Solidaritas Indonesia
“Pihak AS dan Iran akan terus berbicara sepanjang minggu,” tulis AFP mengutip Trump lagi, Selasa, 24 Maret 2026.
Langkah ini menarik perhatian karena sebelumnya Trump sempat mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak kembali dibuka.
Di sisi lain, pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya membantah adanya pembicaraan seperti yang disampaikan Trump. Media di negara itu menilai pernyataan tersebut berkaitan dengan upaya Amerika menekan kenaikan harga energi global akibat konflik.
Ketegangan militer antara AS dan Israel melawan Iran masih berlangsung. Iran merespons dengan membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—jalur penting yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dunia—serta melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas energi, kedutaan besar AS di kawasan Teluk, dan target di Israel.
Kepala International Energy Agency, Fatih Birol mengingatkan bahwa konflik yang berlarut-larut bisa memicu krisis energi global yang lebih berat dibanding gabungan dampak krisis minyak tahun 1970-an dan perang Rusia-Ukraina.
Harga minyak dunia sempat melonjak hingga di atas US$100 per barel atau sekitar Rp1,6 juta (kurs Rp16.000 per dolar AS). Namun setelah pernyataan Trump, harga langsung turun tajam.
Minyak mentah Brent Laut Utara tercatat merosot lebih dari 14% menjadi sekitar Rp1,536 juta per barel. Sementara itu, minyak acuan AS West Texas Intermediate juga turun lebih dari 14% menjadi sekitar Rp1,349 juta per barel.