Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri dan Apresiasi Solidaritas Indonesia

Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1447 H kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia. Foto: AFP/TATYANA MAKEYEVA

Ikhbar.com: Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 H sekaligus mengapresiasi solidaritas Indonesia terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui akun X resminya pada Ahad, 22 Maret 2026. Dalam unggahannya, ia menyebut dukungan dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi yang dihadapi Iran.

“Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kepada pemerintah & masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas,” tulis Araghchi melalui akun X.

Baca: Israel Sibuk Tutupi Berita Dampak Kerusakan Serangan Iran

Ucapan tersebut disampaika saat masyarakat Iran merayakan Idulfitri dalam kondisi keamanan yang belum stabil. Serangan militer masih berlangsung meski bertepatan dengan momentum hari raya umat Islam.

Serangan terbaru dilaporkan menyasar fasilitas nuklir Natanz pada Sabtu, 21 Maret 2026, ketika perayaan Idulfitri tengah berlangsung di Iran. Informasi itu disampaikan oleh organisasi energi atom Iran dan dikutip kantor berita Tasnim.

“Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini,” kata organisasi tersebut.

Situasi keamanan belum menunjukkan tanda mereda. Pada Ahad, 22 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum kepada Iran terkait akses di Selat Hormuz.

Pemerintah AS memberi batas waktu 48 jam agar Iran membuka jalur tersebut. Jika tidak dipenuhi, Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik milik Iran.

Merespons ancaman itu, pihak Iran menyatakan kesiapan untuk melakukan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.