Arus Mudik Lebaran 2026 Cetak Rekor, Tembus 270 Ribu Kendaraan

Ilustrasi: Puncak arus mudik dintol Palikanci. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ikhbar.com: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 dengan volume kendaraan mencapai 270.315 unit. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang pengelolaan lalu lintas tol oleh perusahaan tersebut. Peningkatan ini tercatat signifikan dibandingkan kondisi normal maupun puncak mudik tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 98,3% dari lalu lintas normal dan bertambah 4,6% dibandingkan puncak arus mudik Lebaran 2025. Lonjakan kendaraan ini terpantau dari empat gerbang tol utama yang menjadi titik distribusi arus keluar wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi lalu lintas dari Gerbang Tol Cikupa (arah Barat), Ciawi (arah Selatan), serta Cikampek dan Kalihurip Utama (arah Timur).

“Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6% dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu,” ujar Rivan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca: Warga Bisa Titip Kendaraan ke Kantor Polisi selama Mudik Lebaran 2026

Ia menyebutkan, meskipun volume kendaraan mencetak rekor baru, kondisi lalu lintas tetap dapat dikendalikan. Hal ini ditopang oleh penerapan rekayasa lalu lintas yang dinilai efektif dalam mengurai kepadatan di sejumlah titik krusial.

“Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414. Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya,” tambahnya.

Rivan menjelaskan, skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk memastikan kepadatan dapat diurai dalam waktu maksimal 1×12 jam. Kondisi di lapangan menunjukkan arus kendaraan kembali lancar pada Kamis pukul 11.00 WIB, dengan kecepatan rata-rata yang kembali normal.

“Jasa Marga akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai “decision support system” yang mendukung keputusan rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh pihak Kepolisian sesuai kondisi terkini di lapangan. Koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif juga akan kami terus tingkatka ke depannya,” kata Rivan.

Selain pengelolaan arus mudik, Jasa Marga juga mengingatkan pengemudi kendaraan berat untuk mematuhi aturan pembatasan operasional sesuai Surat Keputusan Bersama yang telah ditetapkan pemerintah. Kendaraan sumbu tiga atau lebih diminta tidak melintas pada waktu yang telah ditentukan selama periode angkutan Lebaran.

Menjelang arus balik Lebaran 2026, masyarakat diimbau menyusun rencana perjalanan dengan matang dan menghindari puncak kepadatan yang diperkirakan terjadi pada Senin, 24 Maret 2026.

Perusahaan juga memberikan informasi adanya potongan tarif tol pada periode arus balik yang berlangsung mulai Kamis, 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Informasi terkini lalu lintas dapat diakses melalui aplikasi Travoy, Call Center 133, serta kanal resmi media sosial Jasa Marga.

“Sebagaimana pada arus mudik, Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas agar pengalaman perjalanan selama mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi lebih aman dan nyaman,” tutup Rivan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.