AI Karya Anak Bangsa Ini Diklaim Mampu Bongkar Rekening Bandar Judol

Tiga anak bangsa saat mempresentasikan layanan GambitHunter yang diklaim mampu bongkar rekening bandar judol. Foto: OpenAI

Ikhbar.com: Tiga talenta muda Indonesia, yakni Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry sukses mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan bernama GambitHunter. Inovasi ini diklaim mampu menelusuri hingga mengungkap rekening milik bandar judi online.

Inovasi ini hadir di tengah upaya pemerintah yang telah memblokir ribuan situs judi online ilegal. Meski penindakan terus dilakukan, praktik perjudian digital masih berkembang dengan berbagai pola baru yang sulit dilacak.

GambitHunter menjadi salah satu solusi berbasis teknologi untuk membantu mengidentifikasi aktivitas tersembunyi di balik jaringan judi online. Sistem ini bahkan membawa ketiga pengembangnya meraih posisi runner-up dalam ajang OpenAI Codex Hackathon.

Steven menjelaskan, GambitHunter bekerja melalui dua tahapan utama. Tahap awal difokuskan pada pencarian dan identifikasi situs yang diduga sebagai platform judi online.

Baca: Tantangan dan Peluang Santri di Era AI

“Pada tahap eksplorasi kita berusaha mencari situs judi online dari beberapa sumber. Ada AI agent yang secara otomatis melakukan hal ini,” ujarnya pada Selasa, 17 Maret 2026.

Setelah daftar situs terkumpul, sistem AI melakukan proses klasifikasi untuk memastikan validitasnya sebagai situs judi online.

“Iya, kita menggunakan AI untuk hal tersebut. Jadi agen eksplorasi ini akan mencoba mengumpulkan daftar situs judol potensial sebanyak mungkin, lalu menggunakan model OpenAI GPT 5.2 untuk mengklasifikasikan apakah website tersebut benar-benar situs judi online,” katanya.

Tahapan berikutnya adalah ekstraksi data dari situs yang telah teridentifikasi. Pada proses ini, AI berupaya menelusuri jalur transaksi yang digunakan, termasuk nomor rekening dan kontak yang terhubung dengan aktivitas deposit.

“Setelah situs judi online didapatkan, AI agent ekstraksi akan berusaha mengambil seluruh nomor rekening atau nomor HP yang digunakan bandar untuk deposit,” tambahnya.

Untuk memperoleh data tersebut, sistem bahkan dapat membuat akun simulasi guna mengakses halaman transaksi pada situs terkait.

“Saat ini kami sudah dapat mengekstrak gambar dan nomor rekening. Secara teknis, sebenarnya juga memungkinkan untuk mengambil percakapan dengan customer service jika diperlukan,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai efektif karena informasi rekening cenderung lebih stabil dibandingkan domain situs yang mudah berubah.

Reynaldo mengungkapkan, pengembangan teknologi ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap dampak judi online yang semakin meluas di masyarakat.

“Kami mulai tersadar bahwa judi online merupakan problem yang sangat besar ketika melihat berita bahwa dampaknya terhadap ekonomi Indonesia cukup signifikan,” katanya.

Ia juga menyinggung pengalaman di lingkungan sekitar yang turut mendorong lahirnya inovasi tersebut.

“Saya sering mendengar kabar dari teman tentang masalah judi online. Bahkan ada yang bercerita sering diminta pinjaman uang oleh keluarganya karena terjerat utang akibat kecanduan judi online.” jelasnya.

Tim pengembang melihat teknologi ini sebagai peluang untuk mendukung penanganan kejahatan digital. Pemanfaatan AI dinilai dapat mempercepat proses pelacakan serta pengumpulan data dalam skala besar.

“Kami melihat ada peluang untuk membantu mengurangi permasalahan judi online menggunakan teknologi AI yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Kemampuan sistem dalam menelusuri situs dan mengumpulkan data secara otomatis membuka peluang penguatan investigasi terhadap praktik judi online.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.